• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Tak Hanya Minta Hapus Berita, Oknum Humas Unsika Juga Memaki Jurnalis Perempuan

    Selasa, 24 Februari 2026, Februari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T18:03:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM – Dugaan tindakan tidak profesional yang dilakukan oknum Humas Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menuai kecaman dari insan pers di Karawang. Oknum tersebut diduga melontarkan kata kasar kepada seorang jurnalis perempuan, memicu reaksi keras dari organisasi wartawan.


    Nina Melani, jurnalis dari media online onediginews.com, menjadi korban atas perilaku tidak terpuji tersebut. Ia mengaku dihubungi melalui sambungan telepon oleh oknum humas bernama Nurhali dengan nada marah setelah menerbitkan berita terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang dugaan kejanggalan proyek pengadaan senilai lebih dari Rp500 juta.


    "Oknum humas bernama Nurhali telepon saya marah-marah dan meminta berita dihapus. Dia juga mengancam akan melarang saya liputan ke Unsika dan menyebut 'goblok'," ungkap Nina kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).


    Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Joen, S.H., mendesak pihak rektorat segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku. Ia menilai ucapan tersebut mencederai etika komunikasi publik yang semestinya dijunjung tinggi institusi akademik.


    "Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unsika harusnya menjadi teladan dalam etika komunikasi dan keterbukaan informasi. Jika benar ada ucapan 'goblok' kepada wartawan, itu jelas tidak mencerminkan sikap orang terdidik," tegas Joen.


    Menurutnya, humas memiliki peran strategis sebagai garda depan komunikasi publik. Sikap arogan hingga merendahkan profesi wartawan dinilai bukan hanya persoalan individu, tetapi juga dapat menyeret reputasi kampus.


    "Jika rektor tidak berani mengambil langkah tegas terhadap oknum humas yang kerap membuat gaduh, nalar kita bertanya: apa yang membuat rektor tidak berani?" kritik Joen.


    Ia menambahkan bahwa tanpa evaluasi serius, citra Unsika sebagai perguruan tinggi negeri bisa terpuruk. Kepercayaan publik terhadap kampus pun berpotensi terkikis apabila komunikasi publik tidak dikelola secara bijak.


    IWO Karawang mendorong rektorat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi kehumasan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Humas dinilai bertanggung jawab menjaga hubungan baik dengan media sebagai mitra strategis penyampai informasi kepada publik.


    Tak hanya IWO, sejumlah organisasi wartawan lintas daerah dilaporkan tengah mengonsolidasikan langkah, termasuk rencana aksi unjuk rasa ke kampus Unsika dalam waktu dekat.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat Unsika terkait dugaan ucapan tidak pantas tersebut. Publik kini menanti sikap tegas kampus: menjaga marwah akademik, atau membiarkan polemik ini menggerus wibawa institusi. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+