• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Perkuat Poros Maritim, RI-Rusia Kolaborasi Kapal Ramah Lingkungan dan Bahan Bakar Alternatif

    Rabu, 03 Juni 2026, Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T21:20:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    JAKARTA, JEJAK HUKUMIndonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama maritim. Kesepakatan ini merupakan hasil konsultasi bilateral yang digelar pada Senin, 1 Juni 2026, di Moskwa, Rusia. Pertemuan dipimpin oleh Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai P. Patrushev, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono.


    Demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam konsultasi bilateral tersebut, kedua pihak membahas sejumlah kerja sama di bidang maritim, meliputi logistik maritim, pembuatan kapal, pelatihan personel, serta studi sumber daya hayati laut. Kedua negara juga meninjau proposal spesifik untuk implementasi praktis dari kesepakatan yang telah dicapai.



    Pertemuan yang turut dihadiri perwakilan perusahaan Rusia tersebut menunjukkan adanya minat untuk mendirikan perusahaan pembuatan kapal bersama serta fasilitas produksi peralatan komponen maritim di Indonesia. Penekanan khusus diberikan pada penguatan kerja sama dalam desain dan konstruksi kapal yang sesuai dengan kondisi perairan Indonesia.


    Teknologi global canggih dalam pembuatan kapal ramah lingkungan, efisiensi energi, dan penggunaan bahan bakar alternatif juga turut diusulkan. Sementara itu, perusahaan perikanan Rusia menyatakan kesediaannya untuk berkontribusi dalam pembangunan akuakultur berkelanjutan melalui teknologi ramah lingkungan, peningkatan kapasitas, serta pengenalan inovasi digital ke dalam rantai pasokan.


    Sebagai tindak lanjut, para pihak sepakat membentuk tiga kelompok kerja tetap. Kelompok kerja pertama akan fokus pada pembangunan kapal, modernisasi pelabuhan, dan penggunaan jalur logistik baru. Kelompok kerja kedua membahas pembangunan berkelanjutan sumber daya laut dan perikanan. Adapun kelompok kerja ketiga akan berkonsentrasi pada penelitian ilmiah bersama dan pelatihan personel. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+