WASHINGTON, JEJAK HUKUM – Direktur Kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk protes terhadap rencana perang dengan Iran. Dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, ia mendesak Presiden Donald Trump untuk segera mengubah kebijakan luar negeri yang dinilai keliru dan tidak berdasarkan ancaman nyata.
Kent dengan tegas menyatakan bahwa Iran tidak membahayakan keamanan Amerika Serikat secara langsung. Ia justru menyoroti peran pihak eksternal dalam mendorong konflik tersebut.
"Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap negara kita. Jelas sekali, perang ini dimulai karena tekanan dari Israel dan lobi kuatnya di Amerika," tulis Kent dalam suratnya, Jumat (13/3).
Mantan perwira CIA dan veteran pasukan khusus ini juga mengecam adanya kampanye disinformasi yang dilakukan oleh pejabat Israel dan sejumlah tokoh media Amerika. Menurutnya, kampanye tersebut sengaja digulirkan untuk meyakinkan pemerintahan Trump bahwa Iran adalah bahaya yang harus segera dihadapi.
"Pejabat tinggi Israel dan tokoh media berpengaruh menyebarkan misinformasi yang membuat Anda percaya Iran adalah ancaman langsung. Itu adalah kebohongan," tegasnya.
Kent menilai bahwa keputusan untuk berperang bertentangan dengan janji kampanye Trump yang ingin mengakhiri keterlibatan militer AS di Timur Tengah. Ia mengaku kecewa karena kebijakan yang diambil justru menyeret Amerika ke dalam konflik berkepanjangan.
"Saya dulu percaya Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merenggut nyawa patriot kita dan menguras kemakmuran bangsa. Saya tidak bisa mendukung upaya mengirim generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam konflik yang tidak memberi manfaat bagi rakyat Amerika," tambahnya.
Pengunduran diri Kent merupakan kritik internal paling keras terhadap operasi militer AS yang kini bersekutu dengan Israel di Iran. Ia sebelumnya bertugas menganalisis ancaman teror global dan memiliki pengalaman langsung di medan tempur Timur Tengah. Pada 2019, Kent kehilangan istrinya dalam serangan bom bunuh diri di Suriah—pengalaman pahit yang disebutnya memperkuat keyakinannya untuk menolak perang yang tak jelas tujuannya.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri tersebut. Kent menjadi pejabat senior terbaru yang hengkang sejak eskalasi konflik dengan Iran dimulai. (Red)

