KARAWANG, JEJAK HUKUM – Besok, hari Senin, 4 Mei 2026 warga Rengasdengklok dan sekitarnya akan menggelar acara Budaya Sunda, yaitu Hajat Bumi atau Babarit/Babaritan di sekitar Area Pendopo, Alun-alun Bojong Tugu, Rengasdengklok, Karawang. Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan setiap pertengahan bulan Hapit (Dzulqoi'dah). Nah, guna menyambut acara tersebut, mari kita mengenal istilah-istilah seputar budaya dan kebudayaan.
Kata budaya berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah, bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara etimologis, budaya juga sering merujuk pada "budi daya", yaitu pemberdayaan budi yang berwujud cipta, karya, dan karsa.
Dalam pengertian umum, budaya adalah cara hidup suatu kelompok yang diwariskan dari generasi ke generasi, mencakup nilai, norma, bahasa, adat, seni, hingga kebiasaan sehari-hari.
Sementara itu, kebudayaan memiliki makna yang lebih luas, yaitu keseluruhan sistem yang mencakup gagasan, nilai, norma, serta hasil karya manusia.
Hubungan Budaya dan Kebudayaan:
✓ Budaya adalah praktik atau kebiasaan sehari-hari.
✓ Kebudayaan adalah sistem keseluruhan yang menaungi budaya.
Singkatnya: budaya adalah bagian dari kebudayaan.
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki tujuh unsur utama:
1. Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Sistem kemasyarakatan
4. Teknologi dan peralatan hidup
5. Mata pencaharian
6. Sistem religi
7. Kesenian
Ketujuh unsur ini membentuk identitas dan kehidupan suatu masyarakat.
Tradisi Babarit dalam Budaya Sunda
Babarit adalah tradisi adat masyarakat Sunda sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan. Tradisi ini biasanya dilakukan pada momen penting, seperti menjelang panen, peringatan hari besar keagamaan, atau kegiatan desa.
Pelaksanaannya diisi dengan doa bersama, makan bersama (papaharé), serta pembacaan doa atau rajah, dengan harapan memperoleh keselamatan, rezeki, dan perlindungan dari marabahaya.
Babarit merupakan wujud nyata budaya dalam sistem kebudayaan Sunda, yang mencerminkan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan rasa syukur masyarakat.
Menurut informasi yang diterima, bahwasanya acara Babarit tersebut akan dilaksanakan mulai pukul 13:30 WIB sampai dengan selesai. Sebagai bentuk kecintaan pada Budaya Sunda, diharapkan hadirin memakai kostum / pakaian adat Sunda dengan harapan ikut merasakan sakralnya atau pun khidmatnya acara Babarit ini, demikian disampaikan oleh salah seorang perwakilan panitia kepada Tim Liputan JKH. (Red)
