JAKARTA, JEJAK HUKUM – Sayembara pencarian bukti ijazah Wapres Gibran yang digagas Denny Indrayana dengan hadiah Rp3,5 miliar menuai kritik tajam dari Ketua Gerakan Indonesia Pasti, Heru Subagia. Ia menantang Denny untuk menunjukkan bukti konkret kesiapan dana tersebut, bukan sekadar pandai menyebut angka fantastis.
Heru menilai publik geram karena narasi sayembara dianggap manipulatif dan tanpa pembuktian memadai. Ia menyoroti nominal hadiah yang terus berubah-ubah setiap kali mendapat tantangan, sehingga dinilai tidak serius dan seperti "arena rollercoaster".
Menurut Heru, sayembara yang kredibel harus memiliki aturan jelas sejak awal, meliputi objek, hadiah, penyelenggara, batas waktu, syarat, mekanisme verifikasi, hingga sumber dana. Ia mempertanyakan mekanisme pencairan, penjamin dana, dan jaminan pembayaran apabila persyaratan terpenuhi, mengingat Rp3,5 miliar bukanlah uang receh.
"Jangan hanya pandai menyebut angka. Kalau benar dana tersedia dan siap dibayarkan, buktikan. Publik meminta bukti, bukan dongeng," tegas Heru. (Red)
