• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Kabel PLN Unit Rengasdengklok Mengambai dan Tegangan Rendah di Benteng Jaya, Warga Terpaksa Pasang Tiang Bambu

    JEJAK HUKUM - Akurat Tegas & Terpercaya
    Jumat, 28 November 2025, November 28, 2025 WIB Last Updated 2025-11-28T07:30:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    KARAWANG, JEJAK HUKUM – Kondisi kabel listrik PLN di RT 03 RW 14 Kampung Benteng Jaya, Kelurahan Tunggak Jati, Karawang Barat, makin meresahkan. Kabel-kabel menuju rumah warga dibiarkan mengambai dan menjuntai rendah, hingga masyarakat akhirnya membuat tiang darurat dari bambu. Mereka khawatir kabel yang terlalu rendah itu membahayakan keselamatan, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.


    Selain kabel amburadul, warga juga mengeluhkan tegangan listrik yang tak sesuai standar. Akibatnya lampu sering redup dan peralatan elektronik tidak bekerja optimal. 


    Salah seorang tokoh masyarakat Benteng Jaya, Teguh mengatakan listrik yang masuk ke rumah-rumah warga hanya sekitar 180 volt, padahal seharusnya 220 volt. 


    "Listriknya sering spaneng. Harusnya mapan, malah drop terus,” ucap Teguh, Jumat (28/11/2025)


    Pihaknya sudah melapor ke PLN unit Rengasdengklok terkait voltase listrik tersebut , namun hingga kini tidak ada realisasi atau bahkan tindak lanjut dari laporannya.


    "Kami meminta ada gardu listrik tambahan agar semua rumah warga bisa teraliri listrik, dan juga dengan voltase yang seharusnya," ucapnya.



    Sementara itu Kepala Dusun Benteng Jaya, RW Jujun, menyebut hampir seluruh dusun mengalami masalah yang sama. Ia menilai PLN membiarkan kondisi tersebut berlangsung terlalu lama.


    "Mengenai kabel yang menjuntai dan mengambai, kami sudah melapor ke PLN Unit Rengasdegklok tetapi  tak ada tanda-tanda perbaikan," ujarnya.


    Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan ancaman keselamatan. Kabel yang kendor bisa tersentuh warga, termasuk anak-anak. Beberapa titik bahkan sudah hampir menyentuh atap rumah.


    “Kabelnya mengambai semua, dibiarkan begitu saja. Ini sudah membahayakan,” tegas Jujun.


    Jujun menjelaskan bahwa warga sebenarnya tidak ingin terus-menerus mengandalkan tiang bambu. Mereka berharap PLN segera memperbaiki jaringan dan memasang tiang permanen. Menurutnya, warga sudah menunjukkan itikad baik dengan melapor, namun PLN tak kunjung merespons.


    "Jika kondisi ini dibiarkan, risiko korsleting hingga sengatan listrik semakin besar. Kalau ada warga kesetrum bagaimana? PLN harus lebih peduli,” ujarnya.


    Hingga kini, pengajuan warga terkait perbaikan jaringan listrik dan usulan pembangunan gardu baru masih belum mendapatkan keputusan. Warga meminta PLN segera turun ke lapangan dan menangani masalah sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan. (Gie/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+