Karawang — Menyusul viralnya video penertiban bangunan liar di Jalan Interchange Karawang yang melibatkan salah seorang warga Batak, Lesmana Saragih, dua tokoh daerah memfasilitasi pertemuan penting untuk meredam ketegangan antarwarga. Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batak Karawang, Holmen Siahaan, bersama Lurah Wadas, Jujun Junaedi, mempertemukan perwakilan warga Batak dan Madura di kediaman Lurah Jujun di Grand Taruma, Jumat (28/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Lesmana Saragih menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tulus kepada warga Madura Karawang atas ucapan emosional yang terlontar saat pembongkaran bangunan liar sehari sebelumnya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya meminta maaf kepada warga Madura Karawang dan seluruh elemen, termasuk Gubernur Jawa Barat serta rekan-rekan media, atas kata-kata saya yang menyinggung. Kejadian itu murni karena saya khilaf dan terbawa emosi,” ujar Lesmana.
Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batak Karawang, Holmen Siahaan, menegaskan bahwa pendampingannya merupakan bentuk tanggung Jawab moral untuk menjaga kondusivitas daerah.
“Hari ini saya mendampingi saudara Lesmana Saragih untuk menyampaikan permintaan maaf. Kami berharap ini menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi. Saya juga berterima kasih kepada Lurah Jujun yang telah menyediakan tempat dan memfasilitasi pertemuan ini,” ucap Holmen.
Sementara itu, tokoh masyarakat Madura Karawang, H. Saeful, menyatakan bahwa pihaknya menerima permintaan maaf Lesmana dengan lapang dada.
“Kami menerima permintaan maaf saudara Lesmana Saragih. Semoga kejadian ini menjadi hikmah agar kita saling mengingatkan dan menjaga ucapan, sehingga tali silaturahmi antara warga Madura dan saudara kita dari Medan semakin erat,” kata H. Saeful.
Lurah Wadas, Jujun Junaedi, berharap pertemuan tersebut mampu memperkuat persaudaraan antar warga.
“Silaturahmi ini penting untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Karawang. Semoga ke depan warga Madura dan Batak dapat terus hidup rukun dan saling menjaga,” ujarnya.
Pertemuan itu berlangsung hangat dan ditutup dengan saling berjabat tangan sebagai simbol perdamaian antarwarga.


