KARAWANG, JEJAK HUKUM – Tak lama setelah mencabut infus, Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, yang akrab disapa Kang HES, langsung turun ke lokasi banjir di Perumahan Buana Asri, Kelurahan Palumbonsari, Minggu (25/1/2026).
Meski air mulai surut, ancaman banjir susulan masih menyisakan kecemasan bagi 1.354 warga di kawasan itu.
Usai keluar dari rumah sakit, HES memilih meninjau langsung kondisi lapangan. Ia ingin memastikan keselamatan warga sekaligus mengecek persoalan pendangkalan sungai yang diduga menjadi penyebab utama banjir berulang.
Saat meninjau area tanggul, HES menyoroti terhentinya aktivitas pengerukan sungai yang sebelumnya rutin dilakukan setiap tahun. Menurutnya, selama periode 2024-2025 tidak ada pengerukan sama sekali, sehingga kapasitas tampung sungai terus berkurang.
“Dulu pengerukan dilakukan setiap tahun. Namun, dua tahun terakhir ini tidak ada. Alasannya karena kewenangan sudah diserahkan ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai),” ujar HES.
Ia mengungkapkan kekhawatiran karena rencana pengerukan Kali Cilamaran saat ini hanya berada di prioritas ke-12. Posisi itu dinilai rawan jika tidak terus dikawal dan didorong oleh pemerintah daerah.
“Ini mendesak, menyangkut nyawa lebih dari seribu warga. Kalau tidak kita dorong, khawatirnya hanya jadi daftar tunggu. Kita butuh aksi nyata,” tandasnya.
Di lokasi yang sama, perwakilan warga Buana Asri, Aep Jabar, menyampaikan kekecewaannya terhadap janji perbaikan pintu air dari pengelola yang hingga kini belum terealisasi.
“Mereka pernah datang bersama Pak Dewan dan berjanji akan memperbaiki pintu air. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Warga tidak mau hanya diberi janji,” ungkap Aep.
Sungai yang makin dangkal dan janji perbaikan yang tak kunjung nyata membuat warga Buana Asri berharap satu hal: jangan menunggu banjir menjadi viral baru bertindak. Kehadiran Kang HES yang baru saja mencabut infus diharapkan menjadi alarm keras. Sebab, jika air naik lagi, yang terendam bukan hanya rumah, tetapi juga kesabaran warga. (Réd)
