• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Ancaman Perang Proksi Meluas: Houthi Yaman Siap Bergabung dalam Konflik Iran vs AS-Israel

    Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T07:58:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    YAMAN UTARA, JEJAK HUKUM – Kelompok Houthi di Yaman kembali memicu ketegangan regional dengan menyatakan sikap tegas untuk tidak netral dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Para pemimpin kelompok ini bahkan mengancam akan melakukan intervensi militer langsung jika eskalasi terus berlanjut.



    Peringatan dari Puncuk Pimpinan Houthi

    Pemimpin tertinggi Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, dalam pidatonya yang disiarkan televisi Al-Masirah pada Kamis (26/3/2026), menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan mengambil posisi netral. Ia menyatakan kesiapan untuk merespons setiap perkembangan di lapangan dengan tindakan militer.


    “Kami tidak netral. Posisi kami lahir dari rasa memiliki terhadap Islam dan persaudaraan bangsa,” ujar Abdul-Malik. “Setiap perkembangan di lapangan akan kami tanggapi dengan tindakan militer jika diperlukan, seperti putaran sebelumnya.”



    Tudingan Rencana Zionis dan Dampak Global

    Dalam pidatonya, Abdul-Malik menilai serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia menuding kedua negara memiliki agenda geopolitik untuk mengubah peta kekuatan Timur Tengah demi mewujudkan proyek “Israel Raya”.


    Ia juga menyoroti dampak luas konflik, tidak hanya terhadap stabilitas kawasan tetapi juga terhadap ekonomi global, termasuk keamanan jalur perdagangan internasional dan stabilitas harga energi.



    Posisi Militer Yaman: Jari di Pelatuk

    Pernyataan serupa juga datang dari Angkatan Bersenjata Yaman. Dalam pernyataan resmi, militer Yaman menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi langsung dengan kondisi “jari di pelatuk” jika konflik meluas. Mereka menyebut kesiapan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan agama untuk mendukung Iran, Palestina, dan negara-negara poros perlawanan lainnya.


    Militer Yaman menetapkan beberapa kondisi yang akan memicu intervensi mereka:

    ✓ Adanya negara lain yang bergabung dengan AS dan Israel dalam menyerang Iran.

    ✓ Penggunaan Laut Merah sebagai jalur operasi militer terhadap negara-negara Muslim.

    ✓ Terjadinya eskalasi konflik yang terus berlanjut.



    Latar Belakang dan Potensi Eskalasi

    Kelompok Houthi, yang didukung Iran dan telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman termasuk ibu kota Sanaa sejak 2014, memiliki posisi strategis di dekat jalur pelayaran Laut Merah. Sebelumnya, kelompok ini telah melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel serta kapal-kapal di perairan tersebut sebagai respons atas operasi militer di Jalur Gaza.


    Konflik terkini dipicu oleh serangan udara AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran membalas dengan menyerang aset-aset militer AS di Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk.


    Para analis menilai bahwa keterlibatan Houthi secara langsung berpotensi memperluas skala perang proksi di Timur Tengah, membuka front pertempuran baru di Laut Merah, serta memperparah krisis logistik dan energi global yang sudah berada dalam kondisi kritis. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+