KARAWANG, JEJAK HUKUM – Bupati Kabupaten Karawang, H. Aep Syaepuloh, didampingi anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Aep Syaepuloh menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dalam menanggulangi banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Karangligar. Salah satu upaya strategis yang sedang ditempuh adalah pembangunan rumah pompa.
Terkait pembangunan itu, Bupati menyatakan bahwa Pemkab Karawang telah menyiapkan anggaran khusus untuk pembebasan lahan, dan telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.
“Anggaran pembebasan tanah untuk rumah pompa sudah kami siapkan dan sudah clear. Kami sudah berkolaborasi dengan BPN Karawang,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus dilakukan agar target penyelesaian pembangunan dapat tercapai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan Kementerian. Besar harapan kami, mudah-mudahan pekerjaan ini dapat diselesaikan pada bulan Juli mendatang,” imbuh Aep.
Di sisi lain, Bupati menyampaikan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang per Sabtu pagi, yang mencatat banjir telah meluas hingga ke 21 kecamatan dan 53 desa.
“Hingga pagi ini, tercatat 21 kecamatan dan 53 desa terdampak. Kami akan terus memantau perkembangan situasi hingga sore nanti,” jelasnya.
Aep juga memaparkan berbagai upaya tanggap darurat yang telah dijalankan, antara lain pendirian posko pengungsian, dapur umum, posko kesehatan, penyiapan pompa air, dan pendistribusian bantuan sembako.
Dalam kunjungannya, Bupati Aep dan Rieke Diah Pitaloka menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga. Sebelum ke Karangligar, rombongan terlebih dahulu meninjau lokasi banjir di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. (Red)
