IRAN TENGGARA, JEJAK HUKUM – Gelombang perlawanan terhadap agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di tanah Iran terus menguat. Sebanyak 660 ulama Sunni di Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran tenggara, baru-baru ini merilis pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan tersebut dan menyerukan perlawanan semesta.
Dalam pernyataan resminya, para ulama menegaskan bahwa tugas religius dan sejarah menuntut umat untuk tidak berdiam diri menghadapi apa yang mereka sebut sebagai agresi terang-terangan terhadap kedaulatan negara. Mereka mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa "jihad melawan entitas Zionis yang kriminal serta para pendukungnya yang sombong adalah kewajiban utama (wajib muakad)."
Para ulama juga mengimbau warga Sistan dan Baluchestan untuk tetap waspada dan tidak terjebak dalam plot serta fitnah yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok pendukung jalur Pahlavi (eks-monarki). Mereka pun menyatakan dukungan penuh kepada angkatan bersenjata Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam menjaga keamanan nasional.
Secara khusus, para ulama tersebut menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei. Mereka menyebut Ali Khamenei mencapai syahadah setelah menghabiskan masa hidupnya dalam perjuangan panjang. Dikutip dari laman Al Mayadeen, Kamis (5/3/2026). (Red)

