KARAWANG, JEJAK HUKUM – Suasana berbeda tampak di kawasan Tugu Kebulatan Tekad (Tugu Proklamasi/Tugu Lama), Dusun Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Kamis (4/6/2026). Sejak pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, puluhan orang tampak kompak melakukan kerja bakti massal dengan tema "Bela Nagara kucara ngarawat titinggal para Pahlawanna" (Bela Negara dengan cara merawat peninggalan para Pahlawan).
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini diikuti oleh seluruh Juru Pelihara (Jupel) Rengasdengklok, perwakilan forum komunikasi budaya, berbagai paguyuban, komunitas, serta masyarakat sekitar area tugu. Semua logistik dan kebutuhan kegiatan didapatkan secara gotong royong dan patungan dana dari seluruh peserta.
Tim Liputan JKH yang memantau langsung di lokasi menyimpulkan sejumlah pesan kuat yang mengemuka dari aksi bersih-bersih ini:
1. Aksi Nyata Lebih Berharga dari Sekadar Laporan.
Para peserta menegaskan bahwa membantu menjaga kebersihan situs sejarah jauh lebih baik daripada sekadar memfoto area dan melaporkan ketidakberesan pegawai hanya untuk kepentingan pribadi demi mendapat perhatian pemerintah.
2. Luruskan Hoax, Jaga Nama Baik Tokoh Masyarakat.
Kerja bakti ini sekaligus menjadi ajang menjaga nama baik para tokoh masyarakat yang sudah berjuang merawat situs sejarah. Para peserta mengklarifikasi adanya laporan negatif dan kabar hoax tentang kinerja Jupel, merekalah yang selama ini menurut warga disebut tak kenal lelah demi kebersihan area.
3. Tangan di Atas Lebih Baik dari Mulut Saja.
Seluruh peserta sepakat bahwa ikut serta turun langsung menjaga kebersihan Rengasdengklok jauh lebih baik daripada banyak bicara tanpa berbuat apa-apa.
4. Ajak Pola Hidup Bersih.
Kegiatan ini juga menjadi ajang mengajak partisipasi masyarakat luas untuk menerapkan pola hidup bersih, dimulai dari hal sederhana yaitu membuang sampah pada tempatnya.
5. Perkuat Rasa Memiliki.
Terselenggaranya aksi gotong royong ini diharapkan mampu memperkuat dan mempererat konsolidasi serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat guna menjaga, merawat, dan menumbuhkan semangat "rasa memiliki" terhadap situs sejarah yang berada di Rengasdengklok.
Hingga pukul 17.00 WIB, kawasan Tugu Kebulatan Tekad tampak bersih dan rapi. Para peserta melepas lelah dengan penuh kepuasan, karena telah berkontribusi nyata dalam melestarikan warisan sejarah bangsa. (Eds)




