• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Israel Tutup Akses Informasi, Galloway: Tel Aviv Hancur Lebih Parah dari Klaim Resmi

    Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T19:27:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    TEL AVIV, JEJAK HUKUM – Pasca serangan rudal balasan dari Iran, otoritas Israel dilaporkan memberlakukan sensor ketat untuk menyembunyikan skala kerusakan yang sebenarnya. Langkah ini memicu klaim mengejutkan dari politisi Inggris, George Galloway, yang menyebut bahwa kota Tel Aviv hancur parah akibat puluhan rudal balistik Iran.


    Dalam acara Moats di kanal YouTube-nya pada Kamis (5/3/2026), Galloway menuduh pemerintah Israel sengaja menutup-nutupi skala kerusakan dengan menerapkan sensor ketat terhadap media dan publik. Pernyataan ini kembali viral setelah diunggah ulang pada Senin (9/3/2026).



    "Otoritas Israel menerapkan aturan ketat terhadap penyebaran foto maupun video yang memperlihatkan kerusakan di Tel Aviv. Siapa pun yang menyebarkannya berpotensi dipenjara," ujar Galloway, politikus yang juga pendiri VIVA Palestina itu.


    Ia mengaku mendapat informasi dari warga di lokasi dan menambahkan bahwa sistem pertahanan udara Israel tidak berfungsi, sehingga sekitar 50 rudal berhasil menghantam kota. "Teman-teman saya di Tel Aviv mengatakan bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza," klaimnya.



    Sensor Demi Stabilitas Internal

    Langkah sensor ketat oleh otoritas Israel diungkap dalam program OneNews Update yang ditayangkan tvOnenews, Selasa (10/3/2026). Dalam laporannya, disebutkan bahwa militer Israel secara aktif menyensor berbagai laporan dan unggahan media sosial yang menunjukkan dampak langsung dari serangan rudal Iran.


    Pihak berwenang Israel khawatir jika gambar-gambar kerusakan parah, fasilitas vital yang hancur, atau warga sipil yang menjadi korban tersebar luas, akan memicu kepanikan dan mempertanyakan kemampuan pertahanan negara. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas internal dan mencegah citra negatif di mata dunia.



    Serangan rudal Iran sendiri dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis di wilayah Israel. Meskipun klaim resmi menyebutkan sistem pertahanan udara berhasil menangkis sebagian besar serangan, laporan-laporan yang tidak terverifikasi di media sosial justru menunjukkan adanya titik-titik impak yang signifikan.



    Perang Informasi dan Respons Internasional

    Klaim Galloway muncul bertepatan dengan viralnya video lubang raksasa di Tel Aviv yang memicu spekulasi global. Akibatnya, terjadi perlombaan antara publik yang mencoba menyebarkan informasi dan otoritas yang berusaha menghapus atau memblokir konten-konten tersebut. Langkah ini memicu perdebatan sengit mengenai kebebasan pers dan hak publik untuk mengetahui informasi yang akurat di tengah konflik.



    Di tengah situasi tersebut, mantan Presiden AS Donald Trump dikabarkan menyerukan agar perang segera diakhiri.


    Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun AS yang mengonfirmasi atau membantah klaim tersebut. Pemerintah Israel hanya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya memercayai informasi dari kanal-kanal resmi pemerintah. Para analis memandang pernyataan ini sebagai bagian dari perang informasi yang tak terpisahkan dari konflik di kawasan. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+