• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Hilang Sepeda Motor Saat Bekerja di CATL, MZ Malah Dimaki Security dan Manajeman Perusahaan

    Jejak Hukum
    Sabtu, 14 Maret 2026, Maret 14, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T19:56:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Karawang
    - Malang benar nasib MZ (22) pekerja lepas di proyek pembangunan Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL), yang berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang harus gigit jari, dan dimaki security setelah kehilangan sepeda motornya saat diparkir tengah bekerja.


    MZ menuturkan, peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (12/3/2026) siang, sepeda motor Honda Beat warna biru bernomor polisi T 6158 SA, dipakir di halaman jalan depan proyek CATL bersama ratusan sepeda motor pekerja lainnya. Namun nahas, setelah sore hari keluar proyek hendak pulang kerja motornya hilang.


    "Kejadian hari Kamis tanggal 12 Maret 2026, saya pulang kerja motor sudah tidak ada, saya kerja pagi parkir di tempat yang sama dengan ratusan sepeda motor lain, pas siang saya cek keluar beli makan masih ada. Tapi setelah pulang kerja mau ngambil motor hilang," kata MZ, kepada awak media, Jumat (13/3/2026).


    Ia sempat mengadu kepada security, namun, bukannya solusi yang ia dapatkan hanya makian. Pihak keamanan kompak bilang kehilangan bukan tanggungjawab kami.


    "Saya ngadu malah dimarahi, katanya tanggungjawab security cuma merapihkan parkiran sepeda motor. Dan yang hilang bukan cuma motor saya, sudah ada banyak kehilangan bahkan sebulan sampai 3 kali. Semuanya mendapat jawaban yang sama," kata dia.


    Bahkan MZ, dirampas hp nya, saat mencoba merekam obrolan soal aduan sepeda motornya, "Karena saya kesal gak dapat jawaban yang pasti, saya datang lagi ke pos security sambil mau saya rekam, tapi saya malah dimarahi, mau dihajar hp saya diranpas, rekaman dihapus," imbuhnya.


    Ia menuturkan, sat di pos security Chief yang merupakan atasan dari para security juga ada. Namun, jawaban yang dilontarkan tetap tanpa pertanggungjawaban. Dan bersikukuh bahwa kehilangan bukan tanggungjawab security.


    Ungkapan MZ juga dibenarkan oleh sikap pihak manajeman perusahaan tempat MZ bekerja. Awak media sempat mengubungi manajeman PT Zhubang Yongcheng Indonesia Tiara Meliya, selaku Subcon di proyek Caaa tersebut, namun jabawannya tak mencerminkan tanggungjawab.


    "Kamu ngerti gak sih kalau urusan hilang motor itu saya gak tau menau di luar pantauan saya ya. Kenapa kamu lalai banget naronya. Saya gak tau menau urusan itu ya, banyak hilang motor. Tapi saya gak tau kenapa kamu lalai naro motornya, paham gak?," ucap Meli, dengan nada keras, saat dihubungi awak media.


    MZ bahkan mengatakan, hanya ingin solusi, bukan berarti penghakiman tak berujung yang dilakukan oleh pihak perusahaan dan keamanan di proyek tersebut.


    "Hilang ke saya pun, gak bakalan saya ganti. Itu bukan urusan saya, emang saya bos. Ibu tau, tapi tetep ibu gak bisa. Ibu udah ngomong ke security, udah minta bantu kalau anak-anak kunci motor itu katanya malah nyalahin ibu, harus hati-hati kunci yang baik," tegas Meli.


    Senada dengan yang dikatakan Meli, Chief security PT Evan Putra Jaya Tarsono juga tak menggubris konfirmasi soal kehilangan sepeda motor tersebut.


    "Maaf salah sambung," tulis Tarsono saat dikonfirmasi awak media melalui pesan tertulis, Jumat (13/3/2026).


    Tak berhenti disitu, Mayor Tarsono juga meblokir kontak awak media yang mencoba menghubunginya.


    Menanggapi hal itu, Sekjen PD Kabupaten Karawang Media Independen Online (MIO) Indonesia. Subhan Amhar menyangkan sikap perusahaan atas peristiwa hilangnya sepeda motor yang berulang tersebut.


    "Saya dengar ini bukan kali pertama, dari kelihangan korban MZ ini, beberapa waktu sebelumnya juga ada, bahkan sampai 3 kali sebulan. Ini kan luar biasa, bahkan pihak subcon juga menyatakan bahwa banyak kehilangan sepeda motor. Tapi kenapa dibiarkan," kata Subhan.


    Ia menuturkan, pihak subcon selaku pengguna jasa, dan pihak PT Evan Putra Jasa selaku penyedia jasa, tentunya punya kontrak yang jelas dalam pekerjaan tersebut. Seharusnya hal sekecil itu bisa tertangani dengan baik, dan tidak memperburuk nasib pekerja lepas berpenghasilan rendah seperti yang terjadi saat ini.


    "Ini pihak subcon pengguna jasa, PT Evan Putra Jaya penyedia jasa. Tentu mereka punya kontrak kerja yang jelas, masa orang kehilangan aja sampai diterlantarkan, ini hal kecil, malu dong sama proyek puluhan triliun yang lagi digarap, jangan malah memperburuk keadaan pekerja lepas yang berpenghasilan rendah," paparnya.


    Subhan juga mendorong agar pihak aparat berwenang atau Kepolisian juga bisa turun tangan dalam perkara tersebut, sebab peristiwa terjadi bukan hanya satu kali.


    red

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+