• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Israel Balas Serangan Hizbullah: Lebanon Kembali Membara, Ribuan Warga Mengungsi

    Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T20:36:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    LEBANON SELATAN, JEJAK HUKUM – Kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon pada Senin (2/3/2026) dini hari. Serangan ini merupakan balasan atas tembakan roket dan drone yang diluncurkan Hizbullah ke Israel beberapa jam sebelumnya.


    Mengutip laporan cnbcindonesia.com, serangan Hizbullah dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kelompok yang didukung Iran itu menargetkan fasilitas pertahanan rudal Mishmar al-Karmel di dekat Haifa sekitar tengah malam.


    "Serangan ini adalah pembalasan atas pembunuhan Pemimpin kami dan bentuk pembelaan terhadap Lebanon serta rakyatnya," demikian pernyataan resmi Hizbullah.


    Militer Israel (IDF) merespons dengan cepat. Jet tempur Israel menghantam tiga lokasi berbeda di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah, serta wilayah selatan Lebanon dan Lembah Bekaa. Warga Beirut melaporkan sedikitnya belasan ledakan hebat yang menggetarkan jendela dan terdengar hingga bermil-mil jauhnya. Di Lebanon selatan, bangunan di sejumlah desa dekat Tyre dilaporkan runtuh akibat gempuran.


    Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir ancaman. "Hizbullah bertanggung jawab penuh atas eskalasi ini. Musuh yang mengancam keamanan Israel akan membayar harga mahal," ujarnya seperti dikutip dari The Guardian.


    IDF juga mengklaim serangan di Dahieh, pinggiran Beirut, berhasil menewaskan sejumlah perwira senior Hizbullah. Sebagai bagian dari operasi, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi 55 desa dan kota di Lebanon selatan, meminta warga menjauh setidaknya 1.000 meter dari lokasi yang diduga sebagai fasilitas Hizbullah.


    Situasi di lapangan mencekam. Ribuan warga Beirut dan selatan Lebanon berbondong-bondong mengungsi. Jalan raya dari Dahieh menuju pusat Beirut macet total. Antrean kendaraan mengular di stasiun pengisian bahan bakar di kota Tyre. Video yang beredar di media sosial menunjukkan api berkobar di puncak gedung-gedung di Dahieh, dengan asap hitam mengepul di langit malam.


    Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan terulangnya perang besar antara Israel dan Hizbullah yang berlangsung selama 13 bulan hingga 2024 lalu. Konflik sebelumnya menewaskan hampir 4.000 orang dan memaksa satu juta warga mengungsi.


    Pemerintah Lebanon langsung bereaksi. Perdana Menteri Nawaf Salam mengecam keras tindakan Hizbullah yang dinilai menyeret negaranya ke dalam petualangan baru tanpa koordinasi dengan pemerintah.


    "Serangan roket dari Lebanon selatan adalah tindakan tidak bertanggung jawab yang membahayakan keamanan nasional dan memberi Israel dalih untuk melanjutkan agresinya," tulis Salam di akun media sosial X.


    Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Lebanon memang berupaya menjauh dari gejolak regional yang melibatkan Iran dan Israel. Israel sendiri dikabarkan telah menyampaikan pesan keras bahwa setiap serangan dari Lebanon akan direspons secara besar-besaran terhadap seluruh wilayah negara tersebut. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+