KARAWANG, JEJAK HUKUM – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, digelar kegiatan Istighosah Nasional dan Malam Renungan Suci pada Minggu malam, 31 Mei 2026, bertempat di kawasan Tugu Proklamasi (Tugu lama) di Dusun Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Acara yang mengusung semangat refleksi kebangsaan dan doa bersama ini diselenggarakan oleh rombongan "Bang Sulthon" dari Bekasi, yakni Yayasan Pendopo Merah Putih Mangku Nagara XXI selaku panitia penyelenggara. Kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB dengan istigosah, dilanjutkan sambutan-sambutan, dan puncaknya adalah sesi renungan yang dimulai tepat pukul 00.00 WIB (dini hari 1 Juni 2026). Pada momen tersebut, seluruh lampu di area tugu dipadamkan dan hadirin merenung dalam suasana sunyi selama 12 menit, kemudian ditutup dengan doa bersama hingga selesai pada pukul 00.30 WIB.
Sejumlah elemen masyarakat hadir dalam acara ini, antara lain jamaah pengajian sekitar, perwakilan paguyuban, komunitas, Forum Budaya, Ormas, LSM, Karang Taruna, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintahan.
Aa Wiwin Winara, selaku putra pejuang 1945, turut hadir dan menyambut baik kegiatan ini. Ia merasa terharu dan bersyukur bahwa masih ada pihak yang menggelar doa bersama di Rengasdengklok. Ia mengucapkan terima kasih kepada warga Bekasi yang telah hadir, serta warga Rengasdengklok yang turut serta. Kang Cécé Wikana, sang kuncen Tugu, terlihat melakukan ritual pembukaan sekira ba'da Isya di lokasi.
Daday Iskandar, Ketua Forum Komunikasi Budaya Rengasdengklok, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan sakral di tempat sakral tersebut. Ia mengingat bahwa Rengasdengklok adalah Titik Nol Indonesia, tempat di mana gaung kemerdekaan Indonesia dimulai pada tahun 1945 silam.
Meskipun sosialisasi acara sangat minim, jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru seiring malam yang semakin larut, tanpa mengurangi kekhidmatan ritual doa bersama dan antusiasme warga yang datang ke tugu tersebut.
Sutolih Kendali Sulthon, yang akrab disapa Bang Sulthon selaku ketua panitia, menyampaikan sekilas tentang sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 dan berdirinya Tugu setelah Indonesia merdeka. Ia menyampaikan bahwa peringatan ini diisi dengan istigosah, doa bersama, dan renungan yang ditutup dengan doa untuk kebaikan, kemajuan, dan keselamatan bangsa dan negara demi terwujudnya kesejahteraan warga masyarakat, sesuai bunyi sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kegiatan yang bertepatan dengan tanggal 1 Juni 2026 atau 15 Dzulhijjah 1447 Hijriah ini diharapkan dapat memperkuat persatuan bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Red)



