• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Ketegangan Meningkat: Netanyahu Muncul ke Publik, Iran Balas dengan Rudal Balistik

    Sabtu, 14 Maret 2026, Maret 14, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T17:51:55Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    TEL AVIV, JEJAK HUKUM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul untuk pertama kalinya di hadapan publik setelah sempat dikabarkan tewas akibat serangan Iran. Dalam pidato yang disiarkan melalui video pada Kamis (12/3/2026) malam, Netanyahu berdiri di antara dua bendera Israel dan menyampaikan pernyataan terkait perang yang berlangsung sejak 28 Februari.


    Kemunculan Netanyahu bertepatan dengan pernyataan perdana Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Teheran. Saat Netanyahu masih berbicara, Israel kembali mendapat serangan rudal dari Iran. Sirene peringatan berbunyi di sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv, namun pidato tetap berlangsung tanpa gangguan.


    Dalam pidatonya, Netanyahu menyatakan bahwa kekuatan Iran tidak lagi sama setelah hampir dua pekan mendapat serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Ia mengklaim serangan Israel telah menghantam keras program militer dan nuklir Iran, menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir terkemuka, serta melumpuhkan pasukan elite Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi Basij.


    “Iran sekarang bukan lagi Iran yang sama,” ujar Netanyahu, dikutip dari Al Jazeera. Ia juga menolak memberikan jaminan keselamatan kepada musuh, termasuk kepada pemimpin baru Iran dan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem. Netanyahu menyindir Mojtaba Khamenei sebagai boneka Garda Revolusi, merujuk pada pernyataan Khamenei yang hanya disiarkan melalui televisi pemerintah tanpa kehadiran langsung sang pemimpin.


    Netanyahu juga menyapa warga Iran yang turun ke jalan memprotes pemerintah mereka. “Kami berdiri di pihak Anda. Tetapi pada akhirnya, keputusan ada di tangan Anda,” katanya, sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah.


    Ia menambahkan bahwa perang dengan Iran membuka peluang baru bagi Israel untuk memperkuat aliansi di kawasan Timur Tengah. “Hal seperti ini tidak mungkin terjadi di masa lalu, tetapi sekarang kami sedang berusaha keras mewujudkannya,” ujarnya. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+