TEL AVIV, JEJAK HUKUM – Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel pada Sabtu (28/2/2026) dengan menembakkan sedikitnya 125 rudal ke wilayah musuh. Serangan ini disebut sebagai bentuk balas dendam pertama Teheran terhadap aksi-aksi sebelumnya yang dilakukan oleh Israel.
Ratusan rudal yang diluncurkan tersebut dilaporkan berhasil menghantam sejumlah infrastruktur penting di kawasan Tel Aviv. Berdasarkan laporan yang dikutip dari laman tribun.video.com (28/2/2026), sebanyak 35 rudal Iran dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara Israel dan mencapai targetnya.
Sementara itu, pihak berwenang Israel mengklaim bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Zionis. Meskipun demikian, sirine peringatan serangan udara terus meraung-raung di wilayah tengah hingga utara Israel, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil.
Dinas Pemadam Kebakaran Israel melaporkan bahwa pecahan rudal yang jatuh menghantam sebuah gedung berlantai 20 di kawasan pusat kota. Rekaman yang beredar menunjukkan salah satu bangunan pencakar langit di Tel Aviv mengalami kerusakan parah dan sebagian strukturnya roboh.
Selain serangan rudal ke wilayah perkotaan, rentetan roket dalam jumlah besar juga diluncurkan Iran ke arah Dataran Tinggi Golan yang selama ini menjadi wilayah sengketa.
Serangan gabungan rudal dan roket tersebut membuat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kewalahan. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa pihak militer Israel mengakui kesulitan dalam menghadapi serangan udara massif dari Iran. (Red)
