TANGERANG, JEJAK HUKUM – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti Gedung VIP Lounge Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu (4/4/2026) malam. Tangis keluarga pecah saat tiga peti jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon tiba di Tanah Air sekitar pukul 18.00 WIB.
Ketiga pahlawan bangsa tersebut adalah:
✓ Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
✓ Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan
✓ Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
Mereka gugur dalam dua insiden terpisah di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Kopda Farizal gugur pada 29 Maret 2026 akibat serangan artileri tidak langsung, sementara Mayor Zulmi dan Serka Ichwan gugur pada 30 Maret 2026 setelah kendaraan mereka terkena ledakan ranjau. Atas pengabdiannya, ketiganya dianugerahi medali anumerta oleh PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Penghormatan Tertinggi dari Presiden dan Pejabat Negara
Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih disambut dengan prosesi khidmat. Presiden RI Prabowo Subianto tiba sekitar pukul 18.45 WIB mengenakan jas dan peci hitam untuk memimpin upacara penghormatan terakhir. Didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Presiden memberikan hormat sempurna di depan foto dan peti jenazah.
Presiden juga menyalami keluarga almarhum, mencium kening seorang bayi, dan mengecup kepala seorang anak sebagai bentuk bela sungkawa yang mendalam. Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyatakan, "Bangsa Indonesia berduka. Kami mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian. Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan."
Tampak pula Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hadir mengenakan baret biru khas pasukan perdamaian PBB, sebagai bentuk penghormatan kepada rekannya sesama prajurit.
Panglima TNI: Seluruh Pasukan Masuk Bunker
Di tengah duka nasional, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bergerak cepat. Dalam sesi video call dengan Dansatgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL pada Jumat (3/4/2026), beliau memerintahkan seluruh personel untuk menghentikan aktivitas di luar markas dan berlindung di dalam bunker.
"Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar," tegas Agus. Perintah ini untuk mengantisipasi eskalasi serangan yang menyasar markas UNIFIL menyusul konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata setempat.
Diantar ke Kampung Halaman dengan Upacara Militer
Usai disemayamkan, jenazah ketiga prajurit diserahkan kepada TNI Angkatan Darat dalam upacara yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Ketiga peti jenazah kemudian diterbangkan menggunakan pesawat C-130 Hercules dan CN-295 ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan secara militer.
✓ Serka Ichwan dan Kopda Farizal diantarkan ke Yogyakarta, lalu masing-masing ke Magelang dan Kulon Progo.
✓ Mayor Zulmi diantarkan ke Bandung.
Kedatangan jenazah di rumah duka masing-masing disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan warga yang sudah menunggu sejak sore. Antrean salat jenazah mengular di Magelang, sementara di Cimahi dan Kulon Progo, keluarga tak kuasa menahan haru, berulang kali memeluk dan mengusap peti jenazah. Para prajurit TNI yang bertugas turut menenangkan keluarga dengan penuh hormat.
Kami, Tim Media jejakhukum.com menyampaikan hormat serta ucapan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para pahlawan bangsa ini mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan pengorbanan mereka dikenang sepanjang masa. (Red)





