JAKARTA, JEJAK HUKUM – Kecelakaan antara KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) malam terus menyisakan duka. Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang, setelah semula tercatat 15 korban pada Selasa (28/4).
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan bahwa sebanyak 10 jenazah telah teridentifikasi di RS Polri melalui sidang rekonsiliasi pada pukul 14.00 WIB. "Kami memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi," ujarnya.
Selain itu, korban juga teridentifikasi di beberapa rumah sakit lain di Bekasi dan Jakarta. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, mengonfirmasi data tersebut. Berikut rincian 15 korban pertama yang teridentifikasi:
RS Polri Kramat Jati:
1. Tutik Anitasari (P/31)
2. Harum Anjasari (P/27)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (P/19)
4. Farida Utami (P/52)
5. Vica Acnia Fratiwi (P/23)
6. Ida Nuraida (P/48)
7. Gita Septia Wardany (P/20)
8. Fatmawati Rahmayani (P/29)
9. Arinjani Novita Sari (P/25)
10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32)
RSUD Bekasi:
1. Nuryati (P/41)
2. Nur Laela (P/39)
3. Engar Retno Krisjayanti (P/35)
RS Mitra Bekasi:
1. Adelia Rifani
RS Bella Bekasi:
1. Ristuti Kustirahayu
Hari ini, Rabu (29/4), korban meninggal dunia kembali bertambah menjadi 16 orang. Korban ke-16 adalah Mia Citra, seorang perempuan berusia 25 tahun yang sempat dirawat intensif di RSUD Bekasi.
"Betul, kami turut berduka dan berbelasungkawa bahwa penumpang atas nama Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi," ujar Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
Direktur Utama RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, menambahkan bahwa saat ini masih ada 22 orang yang dirawat, dengan tiga di antaranya berada di ruang ICU. "Satu baru saja meninggal," tuturnya.
Pasca kecelakaan maut tersebut, total korban jiwa tercatat sebanyak 16 orang, dan proses penanganan terhadap korban luka-luka masih terus dilakukan oleh tim medis. (Red)



