• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Babarit Rengasdengklok: Wujud Nyata Budaya Sunda, Eksistensi Tradisi, dan Cerminan Jati Diri

    Selasa, 05 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T09:19:59Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM – Warga Rengasdengklok dan sekitarnya melaksanakan tradisi Sunda yang dinamakan Babarit pada Senin, 4 Mei 2026. Acara berlangsung di area Pendopo, Alun-alun Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Kerumunan warga tampak antusias menyambut dan menghadiri acara budaya tersebut.


    Acara dimulai dari kompleks Makam Kapten Masrin sekitar ba'da zuhur dengan ritual doa awal sebelum Dongdang (ornamen arak-arakan berisi hasil bumi) dibawa menuju lokasi acara inti di area pendopo. Aa Wiwin Winara selaku sesepuh Bojong Tugu memimpin ritual ini beserta perwakilan peserta pawai dengan khidmat, memohon kelancaran dan keselamatan acara Babarit.



    Sekitar pukul 13.30 WIB, dongdang mulai dipikul dan dibawa menuju jalan gang, kemudian ke jalan di depan Masjid Arraihan, kompleks Kantor Pejuang Siliwangi. Arak-arakan dongdang bertambah meriah karena disambut lantunan sholawat dari sound system Kenz Pro Audio pimpinan Kang Adé Rusamsi (Adé Sound) yang sudah stand by di pinggir jalan.


    Rombongan berjalan menyusuri jalan mengitari area pendopo, melewati depan Kantor Camat Rengasdengklok, hingga berhenti sejenak di depan Pintu Tugu Proklamasi (Tugu Lama) untuk berdoa kepada para pahlawan Rengasdengklok. Kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka yang telah berjuang demi Indonesia merdeka. Ritual doa dipimpin oleh Kang Yaya dari Padepokan Guntur Sapu Jagat.



    Selanjutnya, arak-arakan berjalan kembali menuju gerbang pintu masuk area pendopo ke tempat acara Babarit, disambut oleh Kelompok Seniman Léngsér dan dibawa ke tengah acara di depan pendopo sebelah timur. Terlihat salah seorang léngsér senior, Abah Manta, yang masih aktif dan eksis bergabung dalam acara ini.


    Seiring dengan itu, lantunan Kidung Karawang mendayu-dayu dibawakan oleh Bu Mumun, seniman senior istri dari Pa Haji Kaka. Bersamaan dengan ritual inti, doa Babarit dilakukan oleh Kuncén Tugu, Kang Cécé Wikana, ditemani Amil Agak, Ustad Udin dari Tangkil, Abah Nasim, Aa Jaé dari Amansari, serta para sesepuh Rengasdengklok lainnya.



    Bapak H. Waya Kamila, S.Pd., MM., selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia mengapresiasi acara Babarit Rengasdengklok sebagai bagian dari kekayaan budaya di Kabupaten Karawang.


    Turut hadir Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, perwakilan Polsek Rengasdengklok, Koramil 0404, anggota Linmas, perwakilan komunitas dan paguyuban se-Kabupaten Karawang, tokoh pemuda, pengusaha, pelaku UMKM, serta organisasi lainnya.



    Bapak Daday Iskandar selaku ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada para hadirin serta warga masyarakat Rengasdengklok dan sekitarnya atas partisipasi menyumbang dana dan dukungan hingga terlaksananya acara ini.  

    "Semoga acara Babarit Rengasdengklok lebih meriah di tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya.



    Acara diakhiri dengan papaharé, makan tumpeng bersama, dan rebutan hasil bumi, buah-buahan, sayuran, serta kue yang menghiasi dongdang. Tampak keceriaan anak-anak dan ibu-ibu yang mendapatkan hasil dari rebutan tersebut. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+