KARAWANG, JEJAK HUKUM – Maraknya aksi begal di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membuat jajaran TNI turun tangan. Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam menindak serta mencegah aksi kriminal jalanan tersebut.
Fenomena begal di Karawang belakangan ini cukup santer, bahkan viral video seorang ibu yang dibegal di kawasan yang terbilang ramai. Menanggapi hal itu, Dandim menegaskan perlunya tindakan tegas.
"Jadi perlu digarisbawahi untuk sikat begal itu, tentunya kita akan tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun kepolisian," kata Nanda di Rumah Dinas Bupati Karawang, Rabu (27/5/2026).
Sebagai komandan yang baru dilantik pada 12 Mei 2026, Nanda mengaku bakal menjaga stabilitas keamanan di wilayah Karawang. Langkah konkret yang dilakukan adalah mengintensifkan patroli gabungan pada malam hari di titik-titik rawan begal, dengan melibatkan TNI, polisi, dan Satpol PP.
Patroli keamanan telah dilaksanakan di tiga kecamatan yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yakni Rengasdengklok, Tirtajaya, dan Jayakerta.
"Itu kita fokuskan di Kecamatan Rengasdengklok. Kita melakukan patroli sebanyak 20 motor. Sasarannya adalah jalan-jalan rawan begal, kerumunan massa yang diduga mengonsumsi alkohol, atau titik-titik peredaran obat terlarang," kata Nanda.
Dalam patroli tersebut, pembubaran kerumunan dilakukan secara humanis dengan memberikan imbauan. Sedangkan apabila pelaku begal berhasil diamankan, proses hukum selanjutnya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Patroli gabungan ini direncanakan akan dilakukan secara rutin, sekitar satu kali setiap pekan. Lokasi patroli ditentukan berdasarkan laporan masyarakat serta masukan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lapangan.
"Diharapkan dengan adanya patroli keamanan tersebut bisa memberikan rasa nyaman bagi warga masyarakat umumnya, khususnya untuk keluarga kita sendiri," ujar Nanda.
Pihaknya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan mengenai wilayah rawan begal yang perlu dilakukan patroli. (Red)
