KARAWANG, JEJAK HUKUM – Sebanyak 13.609 buruh dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berangkat menuju kawasan Monas dan Gedung DPR RI di Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Massa buruh yang bergerak ke Jakarta tersebut menggunakan sekitar 265 unit bus dan 76 kendaraan roda dua. Kegiatan di kawasan Monas akan difokuskan pada rangkaian acara May Day Fiesta berupa panggung hiburan dan kebersamaan buruh, sementara kegiatan aksi berlangsung di Gedung DPR RI.
Pengamanan 600 Personel Polres Karawang
Kepolisian Resor (Polres) Karawang mengerahkan 600 personel untuk pengamanan dan pengawalan para buruh. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasie Humas) Polres Karawang Ipda Cep Wildan menyebut ratusan personel tersebut akan mengawal keberangkatan mulai dari titik keberangkatan di wilayah Karawang hingga ke lokasi kegiatan di Jakarta.
"Sebanyak 600 personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar," jelasnya di Karawang, Kamis (30/4/2026). Sebagai persiapan, Polres Karawang telah melakukan apel pengecekan pasukan di tiga titik strategis, yaitu Gerbang Tol Karawang Timur, Gerbang Tol Karawang Barat, dan KM 42 wilayah Cikampek. Seluruh personel dibekali arahan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas.
Tokoh Pers: Dorong Keadilan Transisi Digital
Di momen Hari Buruh 2026, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, menekankan pentingnya keadilan dalam transisi digital serta perlindungan hak pekerja di berbagai sektor tanpa batas.
“Tema Keadilan Transisi Digital dan Perlindungan Hak Pekerja Tanpa Batas harus menjadi komitmen bersama. Transformasi digital tidak boleh meninggalkan para pekerja, justru harus menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Syuhada, yang juga berpengalaman lebih dari 25 tahun sebagai HRD Manager di berbagai perusahaan multinasional.
Ia menambahkan bahwa perlindungan tenaga kerja harus beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk regulasi yang berpihak pada pekerja sektor informal dan ekonomi digital. “Perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja harus bersinergi menciptakan ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh peserta yang berangkat ke Jakarta agar tetap menjaga ketertiban serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku. (Red)


