• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Di Tengah Perang dengan AS, Iran Gunakan Piala Dunia 2026 sebagai Panggung Diplomasi

    Senin, 15 Juni 2026, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T21:11:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM — Tim nasional Iran memulai perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 di tengah situasi yang tidak biasa. Di satu sisi, hubungan dengan negara tuan rumah bersama, Amerika Serikat (AS), masih memanas. Namun di sisi lain, Teheran justru memanfaatkan turnamen sepak bola terbesar di dunia ini sebagai panggung diplomasi untuk mengirimkan pesan politik yang tegas kepada Washington.


    Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, menyatakan bahwa kehadiran Timnas Iran di AS saat konflik kedua negara belum sepenuhnya berakhir merupakan sinyal bahwa Teheran tetap menginginkan perdamaian.



    "Fakta bahwa kami hadir di Amerika Serikat pada masa perang mengirimkan pesan: kami mendukung perdamaian," ujar Pasandideh dikutip dari Politico, Minggu (14/6).


    Pernyataan itu menjadi sorotan karena muncul di tengah berbagai hambatan yang dihadapi Iran menjelang turnamen. Pemerintah AS sebelumnya tidak memberikan visa kepada seluruh anggota delegasi Iran, termasuk beberapa staf pendukung tim. Bahkan, Iran memindahkan pemusatan latihan mereka dari Arizona ke Meksiko akibat situasi keamanan dan ketidakpastian terkait konflik dengan AS. Federasi Sepak Bola Iran akhirnya memindahkan markas tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, sehingga skuad harus melakukan perjalanan lintas negara setiap kali menjalani pertandingan fase grup di AS.



    Selain persoalan perjalanan, sejumlah anggota federasi juga dilaporkan mengalami kendala visa. Sebelumnya, pemerintah AS mencabut alokasi tiket pendukung Iran pada fase grup. Beberapa pejabat dan anggota delegasi Iran bahkan menghadapi pembatasan masuk karena diduga memiliki keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).


    Situasi tersebut menjadi sorotan karena terjadi menjelang dimulainya turnamen yang digelar bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengakui kondisi tersebut tidak ideal. Namun, ia menegaskan para pemain tetap menunjukkan profesionalisme dan fokus penuh.



    "Biasanya, dalam turnamen seperti ini, pertimbangan kemanusiaan dan etika harus didahulukan daripada hal-hal teknis, dan saya percaya pertimbangan tersebut tidak diberikan kepada kami," kata Ghalenoei setelah tiba di Tijuana, dikutip dari Sportmole, Minggu (14/6).


    Bek senior Iran, Ehsan Hajsafi, juga mengungkapkan bahwa timnya harus menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. "Kami telah mengalami situasi yang sangat sulit," ujarnya, namun memastikan kondisi skuad tetap terjaga dengan baik.


    Di tengah tekanan tersebut, Iran tetap bertekad tampil maksimal. Tim Melli tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Grup ini diprediksi berjalan ketat, dengan Belgia difavoritkan sebagai juara grup, sementara Mesir dan Iran akan bersaing sengit memperebutkan tiket menuju babak 32 besar.


    Laga perdana Iran akan menghadapi Selandia Baru di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim membuka jalan menuju babak gugur sekaligus mencatat sejarah. Iran datang sebagai salah satu kekuatan utama Asia dengan modal tiga kemenangan beruntun dalam laga persiapan. Mereka masih mengandalkan pemain berpengalaman seperti Mehdi Taremi (60 gol internasional), Mohammad Mohebi, dan Mehdi Ghayedi.


    Sementara itu, Selandia Baru kembali tampil untuk pertama kalinya sejak 2010. Tim asuhan Darren Bazeley ini bertekad menciptakan kejutan meskipun performa jelang turnamen kurang meyakinkan. Harapan terbesar mereka bertumpu pada kapten Chris Wood, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Selandia Baru.


    Pertandingan ini bukan hanya duel pembuka Grup G, tetapi juga pertemuan pertama kedua negara di ajang Piala Dunia. Iran tampil untuk ketujuh kalinya dan belum pernah lolos ke fase gugur. Selandia Baru baru tampil untuk ketiga kalinya dan masih mencari kemenangan pertama dalam sejarah mereka.


    Di tengah berbagai tantangan yang mengiringi perjalanan Iran menuju turnamen, gelandang Saeid Ezzatollahi menegaskan bahwa tim berusaha tetap fokus pada sepak bola. "Kami memanfaatkan kesempatan ini dan harus meningkatkan kemampuan untuk memperjuangkan apa yang kami sebut cinta. Dan cinta bagi kami adalah sepak bola," kata Ezzatollahi.


    Bagi Iran, keputusan untuk tetap hadir di Piala Dunia bukan sekadar urusan sepak bola. Kehadiran mereka di tengah konflik dipandang sebagai pesan bahwa jalur diplomasi dan perdamaian masih terbuka. "Kami berharap Bapak Infantino benar-benar akan melaksanakan kata-kata dan janji yang telah ia buat kepada tim nasional Iran," ujar Mahdi Mohammad Nabi, yang bertugas mengawasi operasional tim Iran di Piala Dunia.


    Dengan segala latar belakang yang menyertai perjalanan mereka, Iran dan Selandia Baru kini akan berusaha membuktikan kemampuan di atas lapangan. Bagi Iran, kemenangan dapat menjadi langkah awal menuju mimpi lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. Sementara bagi Selandia Baru, hasil positif akan menjadi pencapaian bersejarah dalam upaya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+