BOJONEGORO, JEJAK HUKUM – Kepemimpinan Polres Bojonegoro akan berganti setelah terbitnya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336/VI/KEP/2026 tanggal 25 Juni 2026 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar. Dalam mutasi besar-besaran yang melibatkan 1.121 personel Polri, AKBP Yenny Diarty, S.I.K., resmi ditunjuk sebagai Kapolres Bojonegoro menggantikan AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K., yang mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolresta Karawang, Polda Jawa Barat.
Penunjukan AKBP Yenny sekaligus mencatat sejarah baru di Polres Bojonegoro. Ia menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin institusi kepolisian di Kabupaten Bojonegoro sejak berdiri. Sebelumnya, perwira menengah kelahiran Palembang, 25 Juni 1980 itu menjabat sebagai Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan.
AKBP Yenny bukan sosok baru di lingkungan Polri. Polwan berusia 46 tahun itu memiliki rekam jejak panjang dengan pengalaman di bidang operasional, kehumasan, hingga lalu lintas. Kariernya dimulai setelah menempuh pendidikan Bintara Polri pada 1998 dan lulus pada 1999 dengan predikat peringkat pertama kemampuan menembak. Berkat prestasi tersebut, ia dipercaya menjadi instruktur menembak di lembaga pendidikan Polri.
Keinginannya untuk terus mengembangkan karier membawanya mengikuti seleksi Taruni Akademi Kepolisian melalui jalur bintara dan lulus pada 2005. Selanjutnya, ia mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Kapolri, Wakapolres Banyuasin, Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, hingga Kasatlantas Polrestabes Palembang.
Nama AKBP Yenny sempat menjadi perhatian publik pada 2023 ketika momen dirinya digendong Kapolres Ogan Ilir yang merupakan suaminya usai upacara kenaikan pangkat. Momen tersebut diketahui merupakan tradisi internal sebagai bentuk penghormatan kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat dan sempat viral di media sosial.
Dengan pengalaman di berbagai bidang penugasan, kehadiran AKBP Yenny diharapkan mampu melanjutkan program-program kepolisian sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier di tubuh Polri. "Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," ujar Brigjen Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/6).
Adapun pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) masih menunggu jadwal resmi yang akan ditetapkan Mabes Polri bersama Polda Jawa Timur. (Red)

