JAKARTA, JEJAK HUKUM — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat paling bawah. Penegasan tersebut disampaikan Dudung saat melakukan kunjungan kerja di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/10).
Dudung mengatakan kunjungan kerjanya bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pembangunan di Papua. Menurutnya, pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pembangunan di Papua agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Amanat Bapak Presiden RI bahwa pembangunan khususnya di wilayah Papua harus menyeluruh sampai ke tingkat bawah. Ini yang saya pastikan. Saya bertugas mengoordinasikan semua kelembagaan terkait untuk melihat sejauh mana perkembangan situasi yang ada di wilayah,” ujar Dudung.
Dudung menjelaskan bahwa tugasnya sebagai Menko Polkam mencakup koordinasi berbagai lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan pembangunan di Papua berjalan sesuai arahan Presiden. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Dudung menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), gubernur, para bupati, serta jajaran TNI-Polri. Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan pembangunan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Dudung menekankan bahwa stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan di seluruh wilayah Papua. Karena itu, ia meminta seluruh satuan tugas (satgas) serta personel TNI-Polri yang bertugas di Papua untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut Dudung, setiap prajurit dan personel keamanan harus menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan tertentu.
“Loyalitaslah kepada Merah-Putih, artinya TNI-Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat adalah semua berdasarkan kepentingan rakyat. Artinya, jadilah prajurit pejuang yang mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok maupun golongan,” tegas Dudung.
Ia juga mengingatkan pentingnya loyalitas kepada bangsa dan negara bagi seluruh personel TNI-Polri, khususnya dalam menjalankan tugas pengamanan dan mendukung pembangunan di Papua. Selain menjaga stabilitas keamanan, Dudung mendorong aparat keamanan untuk mengedepankan pendekatan hati ketika berinteraksi dengan masyarakat setempat, dengan merangkul seluruh elemen masyarakat serta membangun hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan warga.
Dudung juga menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam menangani persoalan keamanan di Papua. Ia meminta aparat tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan terhadap kelompok yang mengganggu keamanan, sembari membuka ruang dialog dan merangkul pihak-pihak yang memiliki komitmen untuk bersama-sama membangun Papua.
“Di samping melaksanakan tugas-tugas terhadap kelompok pengacau keamanan yang ada di sini, yang selama ini menyakiti masyarakat, yang kedua adalah lakukanlah pendekatan dengan pendekatan hati,” tegasnya.
Menurut Dudung, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat persatuan, dan mendorong partisipasi seluruh elemen dalam pembangunan. Ia berharap perbedaan yang ada tidak menjadi penghalang bagi masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan untuk bekerja sama demi masa depan Papua yang lebih maju.
“Pendekatan untuk merangkul siapa pun untuk membangun bersama bangsa ini, membangun bersama Tanah Papua. Untuk ke depannya akan semakin maju dan semakin sukses,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dudung juga meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Limau Asri Timur SP 5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. Ia didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, SH, MH. Kunjungan Dudung bersama rombongan disambut dengan tarian khas suku Kamoro sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan masyarakat setempat kepada tamu istimewa.
Menurut Samuel Yogi, dalam kunjungan tersebut Menteri Dudung meninjau kondisi koperasi yang pembangunannya telah rampung 100 persen. Dudung juga menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga serta berinteraksi dengan anak-anak asli Papua. Suasana nampak penuh kekeluargaan saat Dudung mengajak anak-anak bernyanyi bersama, menggendong seorang anak, dan memberikan hadiah.
“Kunjungan Bapak Menko Polhukam mewakili pemerintah pusat kami harapkan dapat mendorong pengembangan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan di Mimika,” ujar Samuel saat dihubungi di Iwaka, Mimika, Papua Tengah, Selasa (27/10).
Samuel juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap KDMP di Mimika. Perhatian tersebut, lanjut Samuel, diharapkan membuka peluang pembangunan koperasi serupa di wilayah lain yang belum memiliki fasilitas tersebut. Ia juga berharap agar pengembangan KDMP tidak sekadar berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mengelola koperasi secara berkelanjutan.
“Saya berharap para manajer KDMP diisi anak-anak asli Papua, khususnya anak-anak Mimika,” ujar Samuel.
Samuel menambahkan, keterlibatan putra-putri asli Papua khususnya di Mimika dalam pengelolaan koperasi penting agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mengambil peran langsung dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di daerahnya.
“Kami memandang penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal sangat penting dan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar keberadaan koperasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Samuel.
Selain menghadiri rapat koordinasi dan meninjau koperasi, Dudung memberikan pengarahan kepada personel satuan tugas yang bertugas di Papua serta jajaran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III. Pengarahan tersebut berlangsung di Markas Komando Batalyon Infanteri (Mako Yonif) 754/Eme Neme Kangasi, Kabupaten Mimika. Dalam kunjungan kerja tersebut, Dudung didampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Lucky Avianto, Pangdam XXIX/Mambruk Mayjen TNI Aminton Manurung, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Polisi Faizal Rahmadhani, serta Kapolda Papua Tengah Brigjen Polisi Jermias Rontini.
Dalam kunjungan kerja di Timika, Dudung juga menjalankan sejumlah agenda yang berkaitan dengan penguatan keamanan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan konferensi video terkait penanganan karhutla di Lanud Yohanis Kapiyau Timika pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIT. Agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi mengenai penguatan stabilitas pangan dan keamanan di Provinsi Papua Tengah pada pukul 13.15 hingga 14.15 WIT. Selanjutnya, Dudung meninjau KDKMP di Limau Asri Timur, kawasan SP 5, Kabupaten Mimika, pada pukul 14.45 hingga 15.15 WIT, lalu memberikan pengarahan kepada seluruh satuan tugas di Papua serta personel jajaran Kogabwilhan III mulai pukul 15.15 WIT hingga selesai. Rangkaian kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama wartawan atau doorstop di lingkungan Markas Batalyon Infanteri 754/ENK Timika.
Melalui kunjungan tersebut, penguatan koordinasi antarlembaga diharapkan dapat berjalan seiring dengan pemeliharaan stabilitas keamanan, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Dudung juga mengajak pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjaga kesamaan komitmen dalam mempertahankan persatuan bangsa.
“Semoga ke depannya, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, dan semua elemen yang terkait bersama-sama berpikiran satu, sepakat untuk Merah Putih, untuk bangsa dan negara,” tutupnya.
Pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi agar pembangunan di Papua berlangsung secara menyeluruh dan manfaatnya menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah. (Red)

