KARAWANG, JEJAK HUKUM – Pemerintah Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Sabtu (24/1/2026). Acara ini menunjukkan keteguhan iman dan solidaritas masyarakat meski dihadapkan pada tantangan ekonomi dan musibah banjir di berbagai wilayah Indonesia.
Perayaan berlangsung khidmat di halaman Kantor Desa Mulyajaya sejak pukul 09.00 WIB, mengusung tema “Semangat Kebersamaan untuk Meningkatkan Keimanan dan Mempererat Silaturahmi”. Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual bagi warga.
Hadirnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Acara dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Danramil, Camat Kutawaluya, para Kepala Desa se-Kecamatan Kutawaluya, perangkat Pemerintah Desa, Imam Masjid se-Desa Mulyajaya, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu Majelis Taklim. Kehadiran lintas lembaga ini menegaskan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala Desa Mulyajaya, Endang Macan Kumbang, A.Md.Komp, menegaskan pentingnya peringatan Isra Mi'raj dalam situasi sosial dan ekonomi yang penuh tantangan.
"Di tengah banyaknya musibah, termasuk banjir di berbagai daerah serta kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, peringatan Isra Mi'raj tetap penting untuk kita gelar. Ini adalah momentum untuk memperkuat iman, memperbanyak doa, dan memohon pertolongan Allah SWT," ujar Endang.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah desa dan masyarakat, serta media untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Tausiah Menyentuh Hati dari Kyai Tongeret
Puncak acara diisi dengan tausiah inspiratif oleh KH. Ahmad Munawar Luthfi, yang akrab disapa Kyai Tongeret. Penceramah asal Sukabumi ini dikenal dengan gaya ceramahnya yang menyentuh dan penuh hikmah.
Dalam ceramahnya, Kyai Tongeret mengulas perjalanan agung Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, mulai dari perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT.
"Sholat adalah inti dari Isra Mi'raj, tiang agama, dan penghubung langsung antara hamba dengan Allah SWT. Jika sholat terjaga, maka akhlak, karakter, dan keimanan masyarakat akan semakin kuat," tuturnya di hadapan ratusan jamaah.
Beliau juga mengingatkan bahwa kewajiban sholat lima waktu merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, meskipun awalnya diperintahkan 50 waktu sebelum diringankan.
Momentum Penguatan Spiritual dan Persatuan
Peringatan Isra Mi'raj ini menjadi momentum bagi warga Desa Mulyajaya untuk tidak hanya mengenang peristiwa bersejarah, tetapi juga memperbaiki kualitas sholat, memperkuat keimanan, dan mempererat kebersamaan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama, membawa harapan agar Desa Mulyajaya senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, ketentraman, dan persatuan.
Melalui kegiatan ini, Pemdes Mulyajaya menegaskan komitmennya untuk membangun desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial. (Red)
