• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Harmoni Indonesia: Cerita di Balik Imlek 2577 Kongzili dan Ramadan 1447 Hijriah di Tahun 2026

    Minggu, 22 Februari 2026, Februari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T03:31:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    BOJONEGORO, JEJAK HUKUM – Indonesia kembali menunjukkan wajah toleransinya melalui harmoni antara perayaan Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang berdekatan pada tahun 2026.


    Fenomena ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan momentum akulturasi budaya yang memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.


    Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina yang jatuh pada 17 Februari 2026 dan rangkaian Cap Go Meh hingga awal Maret tahun ini beririsan dengan bulan suci Ramadan. Dua tradisi dari latar belakang berbeda tersebut justru saling berdialog dalam ruang publik, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang plural.


    Imlek, yang berakar dari tradisi agraris masyarakat Tiongkok kuno dalam menyambut musim semi, kini berkembang menjadi perayaan simbolik tentang harapan, keberuntungan, dan kebersamaan keluarga. Di Indonesia, perayaan ini tidak lagi eksklusif bagi etnis Tionghoa, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat luas. Kementerian Kebudayaan RI menegaskan bahwa Imlek Festival merupakan momen kebudayaan nasional yang merayakan keberagaman dan persatuan.


    Menariknya, dalam festival Imlek 2026 direncanakan kegiatan buka puasa bersama serta pelaksanaan ibadah tarawih sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Imlek menjadi ruang inklusif yang melibatkan lintas komunitas.


    Di sisi lain, Ramadan hadir sebagai bulan penuh perenungan, puasa, dan ibadah bagi umat Islam. Di berbagai daerah Nusantara, tradisi menyambut Ramadan juga sarat kearifan lokal. Di Bangka Belitung dan Riau, masyarakat menjalankan tradisi Belimau, yakni mandi ritual menggunakan air jeruk limau sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci. Sementara di Semarang, karnaval Dugderan dengan pemukulan bedug menjadi penanda awal Ramadan yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang latar belakang.


    Indonesia, sebagai negara dengan mozaik budaya yang kaya, telah lama menjadi ruang pertemuan berbagai tradisi dari Tiongkok, India, Arab, hingga Eropa. Akulturasi budaya ini tampak dalam praktik sehari-hari, seperti hadirnya ketupat Cap Go Meh—perpaduan antara tradisi Tionghoa dalam perayaan Cap Go Meh dan hidangan khas Lebaran masyarakat Muslim Indonesia.


    Lebih dari sekadar simbol, nilai-nilai yang diusung kedua tradisi ini pun sejalan. Imlek dan Ramadan sama-sama menekankan harapan akan masa depan yang lebih baik, penghormatan terhadap keluarga, serta semangat berbagi kepada sesama. 


    Dalam kehidupan sehari-hari, sikap saling menghormati kerap terlihat, misalnya ketika warga Tionghoa membagikan angpao kepada anak-anak tetangga, lalu beberapa pekan kemudian ikut berbagi kurma kepada jamaah yang berbuka puasa. Atau saat seorang ibu Muslim menyiapkan ketupat untuk Cap Go Meh dan mengundang tetangga menikmati hidangan bersama.


    “Keberagaman bisa menjadi benang yang menjahit kebersamaan,” tulis Choirul Anam, penulis yang tinggal di Bojonegoro, dalam catatannya. “Dua tradisi dari latar agama berbeda menampilkan wajah budaya Indonesia yang tidak hitam-putih, melainkan penuh nuansa, kaya makna, dan sarat kemanusiaan.”


    Berdekatannya Imlek dan Ramadan bukanlah konflik tradisi, melainkan momentum akulturasi yang memperkaya khazanah kebangsaan. Perbedaan bukan alasan untuk terpisah, tetapi menjadi ajakan untuk hidup berdampingan dalam harmoni. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+