TEHERAN, JEJAK HUKUM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas menyusul laporan adanya serangan siber besar-besaran yang menargetkan infrastruktur digital Iran, termasuk aplikasi waktu shalat populer, BadeSaba. Aplikasi tersebut diduga diretas untuk mengirimkan pemberitahuan dalam bahasa Persia yang mendesak pasukan keamanan Iran agar meletakkan senjata, dilansir dari laman astroawani,com (2/3/2026).
Dalam pemberitahuan itu, para pengguna juga diajak untuk bergabung dengan "pasukan pembebasan" dengan iming-iming amnesti. Tak hanya aplikasi, situs web resmi BadeSaba dan sejumlah portal pemerintah serta media Iran juga dilaporkan mengalami gangguan serupa.
Para analis keamanan siber menyebut gelombang serangan ini sebagai strategi untuk melumpuhkan koordinasi respons keamanan Teheran. Pasca-insiden, pemantau independen mencatat pemadaman internet luas di Iran, dengan tingkat konektivitas turun hingga 4 persen di bawah normal.
Meski sejumlah laporan mengaitkan serangan ini dengan Israel, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait. (Red)
