IRAN TENGAH, JEJAK HUKUM – Rusia mengecam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Iran setelah gedung konsulatnya di Kota Isfahan, Iran tengah, rusak parah.
Serangan yang berlangsung pada akhir pekan ini tersebut mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan konsulat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam pernyataannya pada Rabu (11/3) mengonfirmasi bahwa jendela di gedung perkantoran dan apartemen tempat tinggal staf hancur akibat ledakan.
Akibat gelombang ledakan, beberapa karyawan konsulat terlempar ke belakang. Namun, Zakharova menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam insiden tersebut.
Zakharova mengecam serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Ia menyerukan semua pihak yang bertikai untuk menghormati dan melindungi situs-situs diplomatik.
Meskipun mengecam keras insiden tersebut, Zakharova tidak secara langsung menyalahkan AS atau Israel dalam pernyataan resminya. Ia lebih menyoroti kekhawatiran atas meningkatnya serangan terhadap misi diplomatik asing di berbagai wilayah konflik.
Sebagai negara yang dikenal sebagai sekutu Iran, Rusia kembali menyerukan diakhirinya konflik yang memanas di Timur Tengah. Di sisi lain, menurut laporan yang dikutip dari laman video.tribunnews.com, Rusia disebut-sebut turut membantu Iran dalam operasi militer yang menargetkan kepentingan AS di kawasan, khususnya melalui bantuan rudal dan dukungan taktik. (Red)
