TEHERAN, JEJAK HUKUM – Dunia maya dihebohkan dengan insiden diplomatik yang berujung pada bahan tertawaan internasional. Israel menjadi sasaran ejekan dan cemoohan setelah serangan yang diklaim berhasil menghancurkan aset militer Iran, justru hanya mengenai sebuah lukisan tiga dimensi (3D) bergambar helikopter di Teheran.
Insiden ini bermula dari serangan terbaru yang dilancarkan Israel di ibu kota Iran. Dalam pernyataan resminya, Israel mengklaim telah sukses menghancurkan sebuah helikopter Mi-17 milik Iran dan menunjukkan foto landasan pacu dengan bekas ledakan sebagai bukti keberhasilan operasi tersebut. Namun, kejanggalan segera terkuak ketika foto yang disebarkan ternyata menunjukkan sebuah instalasi seni jalanan—lukisan 3D realistik yang menggambarkan helikopter dan beberapa kendaraan, sebuah karya seni yang sudah lama dikenal oleh warga lokal.
Ironisnya, bekas ledakan yang diklaim Israel sebagai hasil serangan mereka tampak persis berada di atas gambar helikopter dalam lukisan tersebut. Artinya, bom yang dijatuhkan sama sekali tidak mengenai peralatan militer nyata, melainkan hanya merusak bagian dari sebuah karya seni jalanan.
Video-video yang beredar di media sosial dan kanal YouTube seperti Tribun Jogja Official (5/3) menyebutkan bahwa Iran menggunakan taktik perang yang pernah dipopulerkan Rusia dalam invasi ke Ukraina, yaitu membuat umpan visual atau replika alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan biaya murah. Umpan berupa gambar tiga dimensi helikopter Mi-17 yang sangat mirip asli ini diduga sengaja ditempatkan di pangkalan udara atau area yang kerap menjadi target pengintaian, dengan tujuan mengelabui citra satelit dan drone musuh.
Strategi ini terbukti efektif mengelabui intelijen Israel yang disebut gagal mendeteksi tipuan tersebut. Akibatnya, Israel mengumumkan keberhasilan menghancurkan aset berharga Iran, padahal helikopter asli kemungkinan besar telah diamankan atau dipindahkan. Taktik "boneka perang" ini menjadi bentuk perang psikologis dan penghematan sumber daya, di mana Iran hanya kehilangan replika murah sementara Israel menyia-nyiakan amunisi berharga tanpa benar-benar merusak kemampuan udara lawan.
Insiden ini sontak memicu gelak tawa dan banjir cemoohan dari netizen internasional, khususnya warganet Iran dan pendukung Palestina. Media sosial dipenuhi komentar satir yang mengejek kecerdasan intelijen dan akurasi serangan Israel. Banyak yang menyebut insiden ini sebagai "prank lukisan" termahal, di mana Israel dinilai telah membuang sumber daya militernya untuk menghancurkan sebuah ilusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel mengenai kesalahan target yang memalukan ini. Sementara itu, di Teheran, lukisan 3D yang menjadi saksi bisu insiden tersebut diprediksi akan segera menjadi objek wisata baru yang ramai dikunjungi, sebagai simbol kegagalan intelijen yang unik.
Perlu dicatat bahwa klaim-klaim dalam video yang beredar belum dapat diverifikasi secara independen, meskipun taktik umpan militer sendiri memang sudah lama digunakan berbagai negara, termasuk Rusia dalam konflik di Ukraina. (Red)



