TEL AVIV, JEJAK HUKUM - Seorang jurnalis asal India, Bridge Mohan, mengungkapkan situasi terkini di Israel di tengah serangan rudal yang dilancarkan oleh Iran. Kesaksian ini memberikan gambaran nyata tentang eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, termasuk kerentanan sistem perlindungan sipil Israel.
Dalam laporannya, Mohan menyatakan bahwa bunker perlindungan yang berada sekitar 100 kaki atau 30 meter di bawah tanah tidak lagi menjamin keselamatan warga. Meskipun dirancang sebagai tempat teraman saat serangan udara, sejumlah orang dilaporkan tewas di dalam bunker akibat hantaman rudal dengan daya ledak tinggi, seperti dilansir dari laman progres,id (8/3).
Pembatasan Informasi dan Sistem Peringatan Dini
Mohan juga menyoroti adanya pembatasan ketat dari pihak berwenang Israel terhadap pemberitaan di lapangan. Jurnalis dilarang mengambil gambar jenazah korban dan akses ke sejumlah rumah sakit dibatasi, sehingga jumlah korban sebenarnya sulit diverifikasi.
“Jumlah korban yang diumumkan secara resmi tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, sistem peringatan dini disebut sempat bermasalah. Dalam satu insiden sekitar pukul 05.00 pagi, warga mendengar suara ledakan tanpa diawali sirene, menyebabkan banyak orang tak sempat berlindung saat rudal menghantam kawasan permukiman.
Dampak Serangan dan Efektivitas Pertahanan Udara
Sejumlah rumah dilaporkan hancur total tanpa ada korban selamat. Beberapa warga menyebutkan bahwa laporan resmi kerap menampilkan angka korban yang jauh lebih rendah dibanding kenyataan di lokasi kejadian.
Serangan ini juga memicu kembali perdebatan soal efektivitas sistem pertahanan udara Israel, seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow. Meskipun dirancang untuk mencegat berbagai jenis rudal, sejumlah serangan dari Iran dan kelompok Hezbollah dilaporkan masih mampu menembus pertahanan tersebut.
Konflik Regional yang Meningkat
Para analis memperingatkan bahwa meningkatnya intensitas serangan antara Iran dan Israel berpotensi memicu krisis regional yang lebih luas. Jika tidak segera diredakan, konflik ini dapat berdampak besar terhadap stabilitas Timur Tengah dan keamanan global. (Red)

