TEL AVIV, JEJAK HUKUM – Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv berubah menjadi pusat kepanikan dan kemacetan massal akibat eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel. Ribuan warga asing dan penduduk lokal terlihat berusaha meninggalkan wilayah tersebut di tengah meningkatnya ketegangan militer.
Bandara utama Israel itu terpaksa ditutup sejak pecahnya permusuhan pada 28 Februari lalu, menyusul serangan rudal balistik yang dilancarkan Iran. Sekitar 42.000 penumpang yang dijadwalkan tiba dalam dua hari pertama konflik dilaporkan tertahan di berbagai negara asal atau mengalami pembatalan penerbangan.
Serangan Rudal Khorramshahr-4
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengkonfirmasi pihaknya meluncurkan rudal balistik jenis Khorramshahr-4 ke arah Bandara Ben Gurion pada Kamis, 5 Maret 2026 dini hari waktu setempat. Menurut pernyataan resmi IRGC, rudal dengan hulu ledak seberat 1,5 hingga 1,8 ton tersebut menargetkan kawasan pusat kota Tel Aviv serta fasilitas militer yang berada di kompleks bandara, termasuk yang diduga merupakan markas Skuadron ke-27 Angkatan Udara Israel.
IRGC menyatakan serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-19 Operasi True Promise 4. Mereka mengklaim bahwa rudal dan drone yang diluncurkan berhasil menembus beberapa lapisan pertahanan udara di wilayah Israel.
Dampak di Lokasi Kejadian
Rekaman video yang dirilis oleh kantor berita Iran, ISNA (7/3) menunjukkan kepulan asap tebal membubung tinggi di atas area bandara. Sejumlah bangunan dilaporkan rusak dan beberapa kendaraan hancur tertimpa puing-puing akibat serangan tersebut. Pecahan struktur berserakan di sekitar lokasi terdampak, sementara api sempat berkobar di beberapa titik.
Latar Belakang Konflik
Serangan ini merupakan bagian dari rentetan aksi balasan setelah terjadi eskalasi besar yang dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, dalam sebuah operasi gabungan yang disebut-sebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Akibatnya, Israel menutup seluruh wilayah udaranya untuk penerbangan sipil dan militer demi alasan keamanan.
Situasi di lapangan masih belum kondusif. Ribuan warga asing yang ingin meninggalkan Israel kini terpaksa menanti di dalam dan sekitar area bandara, yang berubah dari pusat transportasi internasional menjadi lokasi evakuasi darurat dengan koper-koper berserakan dan wajah-wajah cemas. Pemerintah setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan bandara akan beroperasi normal kembali. (Red)
