ISRAEL SELATAN, JEJAK HUKUM — Langit di atas Negev berubah menjadi lautan api saat Iran melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel pada Ahad (22/3/2026) dini hari. Target utama serangan ini adalah kota Arad dan Dimona, dua lokasi yang kini menjadi simbol petaka bagi Israel.
Rudal Tembus Pertahanan Zionis
Dokumentasi yang tersebar di berbagai platform menunjukkan sistem pertahanan udara Israel gagal meredam serangan proyektil Iran. Di Arad, sedikitnya 20 gedung, termasuk bangunan bertingkat lebih dari sepuluh lantai, rata dengan tanah. Rumah sakit setempat dinyatakan dalam status darurat.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa sebuah rudal Iran menghantam kota Dimona di selatan pada Sabtu (21/3). Fasilitas nuklir Dimona yang terletak di luar kota utama menjadi perhatian utama, mengingat lokasi ini diyakini secara luas sebagai satu-satunya gudang senjata nuklir di Timur Tengah.
Korban dan Kerusakan
Layanan darurat Magen David Avraham (MDA) melaporkan 39 orang terluka di sejumlah lokasi terdampak, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dalam kondisi serius. Organisasi yang setara dengan Palang Merah ini merilis video yang memperlihatkan sebuah bangunan tempat tinggal terbakar di kota tersebut.
"Ada kerusakan parah dan kekacauan di lokasi kejadian," kata paramedis Karmel Cohen dalam sebuah pernyataan.
Anadolu Agency melaporkan ratusan warga Israel dievakuasi, puluhan dalam kondisi kritis, dan enam orang dipastikan tewas. Polisi Israel merilis gambar petugas di sebuah gedung dengan lubang besar di dindingnya.
Dimona: Jantung Program Nuklir Israel
Dimona bukan sekadar kota kecil di gurun selatan. Kawasan ini menjadi lokasi utama pengayaan uranium dan pengembangan senjata nuklir Israel—program yang tak pernah diakui namun juga tak pernah disangkal. Israel mempertahankan kebijakan ambigu terkait program nuklirnya, dengan menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir di Dimona berfokus pada penelitian.
Serangan ini terjadi sehari setelah laporan mengenai serangan udara AS dan Israel yang menghantam fasilitas pengayaan uranium di Natanz, Iran. Bagi Teheran, serangan ke Dimona merupakan pembalasan setimpal atas apa yang mereka sebut sebagai agresi terhadap fasilitas mereka sendiri.
Mordechai Vanunu: Sosial Pembongkar Rahasia Dimona
Rahasia fasilitas nuklir Dimona sempat terbongkar pada 1986, ketika seorang teknisi nuklir Israel bernama Mordechai Vanunu berani membuka kedok negaranya sendiri. Vanunu mengungkapkan detail program senjata nuklir Israel kepada media Inggris, tindakan yang membuatnya kemudian diculik, diadili secara rahasia, dan menjalani hukuman penjara selama 18 tahun. (Red)




