TEGAL, JEJAK HUKUM - Memasuki hari ketujuh pasca Lebaran, AY (32) seorang warga Tegal menyampaikan permintaan maaf kepada para pemudik atas sejumlah ketidaknyamanan selama mudik tahun ini.
Permintaan maaf pertama menyangkut perilaku lalu lintas yang dinilai liar. Pengendara motor kerap nyelip tiba-tiba, memotong jalur, dan tampak tidak peduli dengan pengguna jalan lain.
Kedua, kemacetan parah yang MENGULAR di sejumlah titik, terutama di kawasan Talang dan Adiwerna akibat warung soto legendaris yang tak memiliki lahan parkir memadai. Jalur alternatif di Ujungrusi juga tak kalah padat karena deretan pusat oleh-oleh dan warung makan terkenal.
Ketiga, cuaca panas yang terik menyengat selama libur Lebaran, berbeda dengan kondisi saat Ramadhan yang cenderung adem.
Yang paling disorot, keempat adalah harga makanan yang melonjak drastis. Seorang warga mengaku membeli nasi bungkus sarapan seharga Rp17 ribu dengan dalih "Harga Lebaran". Bahkan ada keluhan porsi lele dihargai Rp40 ribu.
"Maaf kalau kalian dibikin kaget dengan harga makanan yang nggak ngotak. Asline aku isin tau," tulis warga tersebut.
Meski demikian, ia berharap para pemudik tidak kapok untuk kembali ke Tegal di masa mendatang. (Red)
