• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Perang Berkepanjangan, Pemerintah Kaji Kemungkinan Pembatalan Keberangkatan Haji

    Minggu, 08 Maret 2026, Maret 08, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T19:18:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    JAKARTA, JEJAK HUKUM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan sejumlah skenario terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya pasca serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.


    Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, membenarkan bahwa pihaknya sedang mematangkan berbagai opsi untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap penyelenggaraan haji. Hal ini juga sekaligus menjawab kekhawatiran Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, yang meminta pemerintah menyiapkan skenario terburuk jika perang berkepanjangan.


    "Berbagai skenario sedang kami persiapkan," ujar Dahnil kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).


    Meski demikian, Dahnil belum merinci skenario apa saja yang sedang dikaji. Selain menyiapkan skenario domestik, pihaknya juga akan segera menjalin komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan informasi terkini terkait pelaksanaan ibadah haji tahun depan.


    "Termasuk pembicaraan dengan pihak Saudi Arabia sedang kami siapkan," tambahnya.


    Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta pemerintah untuk benar-benar menyiapkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan terburuk yakni tidak memberangkatkan jemaah haji jika situasi keamanan tidak memungkinkan.


    "Kita ingin pemerintah mengambil langkah-langkah antisipasi dengan berbagai alternatif. Dari sisi paling aman, tentu tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Namun dari sisi psikologis dan kebutuhan beragama, keputusan itu tentu sangat berat," kata Marwan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+