• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Sekjen PBB: Perang AS-Israel vs Iran Sudah di Luar Kendali, Saatnya Hentikan Eskalasi

    Jumat, 27 Maret 2026, Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-27T23:48:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    NEW YORK, JEJAK HUKUM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, memperingatkan bahwa konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah melampaui batas kendali. Ia mendesak kedua negara untuk segera menghentikan perang yang kini telah berlangsung hampir empat pekan.


    Dalam konferensi pers di markas besar PBB, New York, Rabu (25/3), Guterres menyatakan situasi di Timur Tengah semakin memburuk.


    "Lebih dari tiga minggu berlalu, perang ini di luar kendali. Konflik telah melampaui batas yang bahkan para pemimpin bayangkan," ujarnya, seperti dilansir Anadolu.



    Sekjen PBB itu memperingatkan bahwa dunia kini menghadapi ancaman perang yang lebih luas, gelombang penderitaan manusia yang terus meningkat, serta guncangan ekonomi global yang semakin dalam. Ia menekankan bahwa eskalasi yang terjadi sudah terlalu jauh.


    "Saatnya untuk berhenti menaiki tangga eskalasi dan mulai menaiki tangga diplomasi, serta kembali menghormati hukum internasional sepenuhnya," tegas Guterres.


    Menunjuk langsung pada aktor utama di balik konflik tersebut, Sekjen PBB menyampaikan pesan tegas.


    "Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel, sudah saatnya untuk mengakhiri perang. Karena penderitaan manusia semakin dalam, korban sipil meningkat, dan dampak ekonomi global semakin menghancurkan," katanya.


    Di sisi lain, Guterres juga mendesak Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk yang dinilai tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut. Ia menyoroti bahwa penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan telah mengganggu distribusi minyak, gas, dan pupuk di saat kritis musim tanam global.


    Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menangani sekitar 25 persen perdagangan minyak global, 20 persen perdagangan gas alam cair, dan hampir 30 persen perdagangan pupuk.


    Konflik terbuka ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara seperti Yordania dan Irak yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.


    Hingga saat ini, serangan balasan terus berlanjut. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyampaikan sinyal gencatan senjata, Iran disebut-sebut belum mengindahkan karena menilai AS sebagai negara agresor yang kerap melakukan pengkhianatan dalam kesepakatan.


    Guterres berharap semua pihak yang terlibat segera mencapai pemahaman untuk mengakhiri konflik.


    "Karena konsekuensi dari konflik ini, yang saat ini benar-benar di luar kendali, sangat menghancurkan," pungkasnya. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+