TEL AVIV, JEJAK HUKUM – Pemandangan mencekam terlihat di Tel Aviv, Senin (9/3/2026) malam. Kota metropolitan itu mendadak gelap gulita setelah pembangkit listrik utama Israel, Orot Rabin, dilaporkan hangus terbakar dihantam rudal balistik Iran.
Serangan ini menjadi eskalasi dramatis dalam konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel. Video yang beredar di media sosial, termasuk unggahan akun @tribunpriangan yang hingga Selasa (10/3/2026) telah ditonton lebih dari 152 ribu kali, menunjukkan momen gelapnya Tel Aviv disertai narasi bahwa pembangkit tersebut menjadi target langsung Teheran.
Jantung Listrik Israel Lumpuh
Pembangkit listrik Orot Rabin yang terletak di pesisir Mediterania, dekat kota Hadera, dikenal sebagai salah satu pembangkit terbesar di Israel. Fasilitas berbahan bakar batu bara dan gas alam ini memiliki kapasitas produksi lebih dari 2.500 megawatt dan menyuplai kebutuhan listrik ke sebagian besar wilayah Israel, termasuk kawasan pusat bisnis Tel Aviv.
Akibat serangan tersebut, pasokan listrik ke jaringan nasional terputus drastis. Ribuan warga dilaporkan panik saat lampu-lampu kota padam serentak, menyisakan kegelapan yang hanya diterangi sesekali oleh lampu kendaraan darurat.
“Akibatnya, Tel Aviv mengalami gelap total tanpa listrik mengingat pembangkit listrik tersebut memberi tenaga hampir ke seluruh Israel,” tulis admin akun @tribunpriangan dalam keterangan unggahannya, mengutip laporan dari Times of Islamabad.
Krisis Energi di Tengah Perang
Serangan ini tidak hanya memicu krisis penerangan, tetapi juga mengancam kelangsungan berbagai sektor vital. Rumah sakit dilaporkan mengandalkan generator cadangan, sementara aktivitas ekonomi di pusat bisnis Tel Aviv lumpuh total.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai sejauh mana kerusakan dan perkiraan waktu pemulihan listrik. Sementara itu, militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) belum secara resmi mengklaim serangan tersebut, namun sumber-sumber yang dekat dengan militer Teheran mengindikasikan bahwa operasi ini merupakan balasan atas tindakan Israel sebelumnya.
Konflik yang memanas di Timur Tengah ini kembali menyita perhatian dunia. Serangan terhadap infrastruktur energi vital menandai babak baru dalam ketegangan yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan dan ekonomi lebih luas di kawasan tersebut. (Red)
