• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Dulu Dicurigai, Kini Jadi Kunci: Peran Baru Pakistan di Mata AS dan Iran

    Senin, 13 April 2026, April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T08:39:49Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    JAKARTA, JEJAK HUKUM – Ibu kota Pakistan, Islamabad, tiba-tiba berubah menjadi pusat perhatian diplomatik dunia. Libur nasional selama dua hari ditetapkan demi menjamin keamanan super ketat di tengah blokade jalan yang membuat kota biasanya bising itu mendadak sunyi.


    Perang antara AS-Israel melawan Iran akhirnya resmi berhenti sementara. AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata pada 8 April 2026. Delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu langsung di Islamabad akhir pekan ini untuk membahas kesepakatan gencatan senjata lebih lanjut. Negosiasi ini menjadi titik balik penting untuk menghentikan perang yang telah merenggut ribuan nyawa sejak 28 Februari 2026.



    Mengapa Pakistan Dipilih Sebagai Juru Damai?


    Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan negaranya memilih Pakistan sebagai mediator kunci. Menurutnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah melakukan banyak kegiatan dan upaya nyata untuk menciptakan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.


    "Ya, karena kita melihat bahwa Perdana Menteri Pakistan telah melakukan banyak kegiatan, banyak usaha untuk gencatan senjata di wilayah. Oleh karena itu, dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Perdana Menteri ini, beliau berhasil meyakinkan kami serta meyakinkan lawan kami untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan," ujar Boroujerdi usai menghadiri acara di Kampus Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026.



    Selain itu, Pakistan dipilih karena beberapa faktor kunci:

    ✓ Netralitas dan kedekatan geografis: Pakistan tidak menampung pangkalan militer AS, sehingga Iran merasa lebih nyaman berkomunikasi tanpa ancaman langsung.

    ✓ Jalur komunikasi efektif: Pakistan memiliki hubungan baik dengan Teheran dan Washington, serta didukung oleh China sebagai mitra lama yang memberikan rasa aman tambahan bagi Iran.

    ✓ Kepentingan nasional: Pakistan memiliki taruhan besar karena blokade Iran di Selat Hormuz mengganggu impor minyak dan gas negaranya. Kapal-kapal Pakistan bahkan diberi izin khusus oleh Iran untuk melewati blokade tersebut.



    Pergeseran Besar dalam Politik Luar Negeri AS dan Pakistan


    Kehadiran Pakistan sebagai fasilitator menunjukkan pergeseran besar. Dulu Washington memandang Islamabad dengan penuh keraguan, bahkan menuduhnya bermain dua kaki dalam perang melawan kelompok militan di Afghanistan. Insiden tewasnya Osama Bin Laden pada 2011 di Abbottabad sempat menghancurkan reputasi militer Pakistan.


    Namun kini, posisi Pakistan menjadi tidak tergantikan. Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan hadir bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. Kunjungan Vance menandai kehadiran pejabat paling senior AS di Pakistan sejak tahun 2011.


    Para ahli menilai keberhasilan ini memberikan kredibilitas baru bagi Islamabad. “Fakta bahwa Pakistan mampu melakukan terobosan diplomatik di menit-menit terakhir jelas memberikannya banyak kredibilitas. Upaya fasilitasi proaktif ini menempatkannya di peta sebagai pemain yang menunjukkan agensi,” kata Farwa Aamer, direktur South Asia Initiatives di Asia Policy Institute.


    Ilmuwan politik Aqil Shah dari Universitas Georgetown menambahkan, “Pakistan benar-benar semacam negara paria.” Namun kini, dengan dukungan China dan kepentingan mendesak atas energi, Pakistan bertransformasi menjadi jembatan diplomatik utama di bawah pengaruh kebijakan luar negeri pemerintahan Donald Trump yang baru.


    Tantangan yang Masih Membayangi


    Meskipun persiapan matang—pemerintah telah mengosongkan Hotel Serena yang mewah untuk para delegasi—tantangan besar tetap membayangi. Gencatan senjata masih rapuh. Ketegangan sempat meningkat kembali setelah adanya laporan serangan di Lebanon yang menewaskan banyak orang.


    Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan, "Tindakan Israel merusak upaya internasional untuk membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan." Ia memperingatkan bahwa tindakan agresi hanya akan merusak stabilitas yang sedang dibangun.


    Kini seluruh mata dunia tertuju pada hasil perundingan di tanah Pakistan. Jika berhasil, Islamabad akan resmi kembali sebagai aktor kunci dalam arsitektur keamanan global yang baru. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+