• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Intelijen AS Sebut Iran Mampu Tembakkan Ribuan Rudal, Siap Hadapi Perang Panjang Hingga 6 Bulan

    Senin, 13 April 2026, April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T12:01:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    WASHINGTON, JEJAK HUKUM – Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Iran mampu menembakkan ribuan rudal ke kawasan musuh dan dinilai dapat memulihkan peluncur bawah tanah mereka dengan cepat. Mengutip The Times of Israel pada (12/4), para pejabat AS menyebut Iran masih memiliki ribuan rudal serta berpotensi membangun kembali kekuatan balistiknya selama jeda perang.


    Laporan juga menyebut Iran memperbaiki fasilitas rudal bawah tanah yang rusak akibat serangan Israel, serta masih memiliki rudal jelajah dan dapat menambah drone, termasuk kemungkinan dari Rusia. Sementara itu, pejabat Israel menilai kerusakan tersebut tidak permanen, sehingga tanpa kesepakatan besar, konflik bisa kembali berlanjut. Israel mengklaim telah menghancurkan ratusan peluncur dan melemahkan industri produksi rudal Iran, yang kini disebut bergantung pada bantuan luar seperti Rusia dan China. Di sisi lain, laporan intelijen menyebut China diduga akan mengirim sistem pertahanan udara ke Iran, meski hal ini dibantah Beijing yang menyerukan penurunan eskalasi.



    Di tengah ketegangan tersebut, Israel dilaporkan tidak akan terlibat dalam operasi darat AS di Iran. Media Israel, Channel 12, menyebutkan bahwa jika AS melancarkan serangan darat, "tentara Israel tidak akan berpartisipasi di darat", sehingga operasi sepenuhnya dilakukan oleh pasukan Amerika. Pentagon dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah opsi, termasuk penggerebekan terbatas, namun Gedung Putih belum mengonfirmasi apakah Presiden Donald Trump telah menyetujui langkah tersebut. Iran merespons dengan ancaman keras, menyatakan pasukan AS akan menghadapi pembalasan besar jika memasuki wilayah mereka.



    Sementara itu, Iran dilaporkan siap menghadapi perang panjang melawan Israel dan AS hingga 6 bulan, bahkan lebih lama. Sumber pejabat asing berbasis di Teheran mengungkapkan Iran telah mengantisipasi skenario perang hingga September 2026, dengan logistik yang cukup untuk memberi makan penduduk selama maksimal 6 bulan. Di tengah gencatan senjata sementara selama dua pekan, Iran justru diam-diam memperkuat persiapan militer di fasilitas bawah tanah, terus memproduksi rudal dan drone baru. 


    Pengamat geopolitik Ali Ahmadi menyebut Iran telah membangun basis industri militer yang sangat besar untuk menopang kebutuhan perang jangka panjang tanpa ketergantungan eksternal. Kesiapan ini kontras dengan rencana perang singkat yang disebut-sebut pernah diajukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada Presiden AS, serta dinilai mampu menciptakan ketidakseimbangan strategis di kawasan. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+