• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Iran Tertawa: Demo Raksasa 'No Kings' di AS, Bukti Trump Gagal Menguasai Rumah Tangganya Sendiri

    Sabtu, 04 April 2026, April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T05:49:52Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    WASHINGTON, D.C., JEJAK HUKUM – Gelombang unjuk rasa besar-besaran dengan tajuk "No Kings" melanda Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Aksi yang menolak kepemimpinan Presiden Donald Trump ini disebut sebagai demonstrasi terbesar sepanjang sejarah AS, melibatkan lebih dari 8 juta warga di seluruh negara bagian.


    Krisis Energi Picu Kemarahan Rakyat

    Salah satu pemicu utama aksi ini adalah tembusnya harga rata-rata bahan bakar minyak (BBM) nasional ke angka 4 dolar AS per galon. Kenaikan drastis ini memicu inflasi di berbagai sektor dan dianggap sebagai titik kritis yang mengancam stabilitas ekonomi rumah tangga.



    Yang menarik, aksi "No Kings" kali ini juga diikuti oleh kelompok yang tidak biasa: para pendukung fanatik Donald Trump. Seorang koordinator lapangan yang mengenakan atribut khas pendukung Trump menyatakan, "Kami mendukung kepemimpinan yang kuat, tapi kami tidak menginginkan seorang raja yang membiarkan rakyatnya kesulitan membeli bensin. Empat dolar adalah batas terakhir kami."


    Tuntutan Massa

    Para demonstran yang memadati area sekitar Gedung Putih dan Capitol Hill menyuarakan sejumlah tuntutan:

    ✓ Transparansi harga dan penyelidikan atas dugaan manipulasi oleh perusahaan minyak besar

    ✓ Kemandirian energi serta pembukaan kembali jalur pipa domestik

    ✓ Pembatasan kekuasaan eksekutif yang dinilai melampaui wewenang legislatif.



    Di Washington, puluhan ribu orang memenuhi Washington Park. Mereka menolak invasi AS ke Iran serta mengutuk operasi imigran besar-besaran yang dilakukan pemerintahan Trump. Spanduk bertuliskan "Tidak Ada Raja di Washington Park" menghiasi lokasi aksi.


    Senator independen Bernie Sanders menyatakan bangga dengan unjuk rasa jutaan warga AS. "Kami tidak akan menerima otoritarianisme, oligarki, maupun presiden yang merusak Konstitusi setiap hari," tulisnya di media sosial.



    Iran Menertawakan Trump

    Di tengah krisis dalam negeri AS, Iran melontarkan reaksi tajam. Presiden Iran Massoud Pazeshkian memaklumi kemarahan warga AS, dan menilai bahwa AS saat ini lebih berperan sebagai pelindung Israel dibanding rakyatnya sendiri.


    "Para ahli AI di Amerika harus menyadarkan Presiden Trump bahwa rakyatnya marah dengan kebijakan 'Israel First'. Mereka lelah dengan raja-raja Israel yang memerintah demokrasi Amerika," tulis Pazeshkian.



    Akun X resmi mendiang pemimpin Iran Ali Khamenei pun mengunggah ulang pernyataannya pada 20 Oktober 2025 lalu: "Jika Anda memang mampu, selesaikan masalah rakyat Anda sendiri! Jangan sibuk mencampuri urusan negara lain."


    Reaksi Emosional Trump

    Reaksi Presiden Donald Trump terhadap gelombang protes ini kembali menjadi sorotan. Para pengamat merangkum pola responsnya menjadi tiga:

    ✓ Meremehkan – menyatakan tidak peduli terhadap aksi massa

    ✓ Defensif – menolak disebut sebagai pemimpin otoriter

    ✓ Agresif/emosional – menyerang balik para kritikus, bahkan secara personal



    Hingga berita ini diturunkan, Trump belum mengakui legitimasi protes dan cenderung menganggap aksi tersebut tidak penting atau didorong oleh motif politik semata.


    Pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan pendukung setia Presiden dalam aksi protes ini. Meski demikian, pengamat politik menilai fenomena ini sebagai sinyal bahaya bagi stabilitas politik internal AS. Diolah dari berbagai sumber. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+