KARAWANG, JEJAK HUKUM – Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan rangkaian Kirab Budaya Mahkota Binokasih Pajajaran yang akan digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari napak tilas Pajajaran sekaligus penyambutan Mahkota Binokasih sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Cirebon.
Kirab budaya ini menjadi salah satu rangkaian utama dari peringatan Hari Tatar Sunda yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 003.05/Kep.159-Adpim/2026. Momentum yang diperingati setiap 18 Mei tersebut dirancang sebagai tonggak kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat Sunda. Pada tahun 2026, peringatan Milangkala Tatar Sunda mengusung tema Nyuhun Buhun, Nata Nagara. yang berarti mengangkat kembali tradisi baik para leluhur yang dikaitkan dengan upaya menata daerah dalam nilai-nilai luhur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan kirab akan berlangsung mulai 2 Mei hingga 18 Mei 2026. "Kami ingin kembali mengenalkan budaya Tatar Sunda kepada masyarakat dengan berkeliling di 8 titik, bertatap muka secara langsung. Tujuannya untuk memajukan kebudayaan Jawa Barat, bukan mengembalikan sebuah kerajaan," ujarnya.
Terdapat tiga agenda utama. Pertama, napak tilas Tatar Pasundan di delapan titik yang dimulai dari Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kabupaten Cirebon. Kedua, karnaval budaya di Kota Bandung pada 16 Mei 2026 yang diikuti 27 pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan rute dari Monumen Perjuangan menuju Gedung Sate. Puncaknya, pada 17 Mei 2026, di Gedung Sate akan digelar pertunjukan kolosal bersama budayawan Sujiwo Tedjo.
Dalam prosesi napak tilas tersebut, Mahkota Binokasih yang asli beserta replikanya akan diikutsertakan. Mahkota asli akan mendapatkan pengawalan ketat mengingat nilai sejarah dan materialnya yang tak ternilai. "Mahkota Binokasih akan dikawal dalam kereta kencana bersama gubernur, wakil gubernur, dan bupati/wali kota. Di bagian belakang diiringi kesenian dari 27 kabupaten/kota, seperti Reak dari Bandung, Sasapian Buhun dari KBB, dan lainnya," jelas Iendra.
Rangkaian Kirab di Karawang
Prosesi pelepasan mahkota dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB di Bale Pakuan Pajajaran, Kota Bogor, oleh Wali Kota Bogor. Selanjutnya, rombongan mahkota akan diterima Bupati Karawang sekitar pukul 15.30 WIB.
Kirab budaya di Kabupaten Karawang akan dimulai pukul 19.30 WIB dari Stasiun Karawang menuju Alun-Alun Karawang dan diperkirakan selesai pukul 21.00 WIB. Rute kirab memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer dengan estimasi perjalanan sekitar 60 menit. Acara akan diawali dengan prosesi "Menekung" sebelum rombongan bergerak menuju titik akhir.
Dalam kegiatan tersebut akan ditampilkan berbagai kesenian budaya dari kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk penampilan Emka 9 pada malam hari. Susunan kirab diawali dengan janur buah, penari Bali dan Sunda, hingga iring-iringan kereta kencana pembawa Mahkota Binokasih. Turut hadir pasukan berkuda yang terdiri dari Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang, Wakil Bupati, anggota DPRD Jawa Barat, serta tamu VIP lainnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang transit bagi peserta kesenian dari 27 kabupaten/kota di SMAN 5 Karawang, area transit gubernur dan bupati, hingga lokasi parkir kereta kencana dan pasukan kuda. Sebanyak 10 ribu peserta ditargetkan ambil bagian dalam karnaval yang melintasi sembilan kabupaten/kota ini, terdiri dari 580 pelaku seni, 270 tokoh adat dan budayawan, 13 kampung adat, serta 27 kepala daerah se-Jawa Barat.
Usai kegiatan di Karawang selesai, Mahkota Binokasih beserta Kereta Kencana dijadwalkan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Cirebon dan tidak menginap di Karawang. (Red)

