KARAWANG, JEJAK HUKUM – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan bahwa pelayanan pengelolaan sampah di wilayahnya masih menghadapi tantangan besar. Hingga saat ini, penanganan sampah baru menjangkau 17 dari 30 kecamatan yang ada. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (4/6) guna menyoroti skala permasalahan yang perlu segera diatasi, seperti dilansir dari AntaraNews.
Kondisi ini menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen wilayah Karawang belum terlayani secara optimal dalam pengelolaan limbah. Tantangan serupa juga dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Pemerintah daerah pun berkomitmen mencari solusi komprehensif demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih.
Tantangan dan Kondisi Eksisting Pengelolaan Sampah
Bupati Aep merinci bahwa total timbulan sampah di 30 kecamatan se-Karawang mencapai 1.108,60 ton per hari. Namun, cakupan pelayanan baru mencapai 56,67 persen dari keseluruhan wilayah, artinya masih ada sebagian besar sampah yang belum tertangani secara layak.
Dari jumlah tersebut, hanya 68,15 ton sampah per hari yang berhasil diolah di sumber dan fasilitas penanganan sampah. Sebanyak 378,34 ton sampah lainnya diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang. Ironisnya, sekitar 662,11 ton sampah per hari masih belum terangkut dan berpotensi mencemari lingkungan karena berisiko dibuang secara liar.
TPA Jalupang sendiri saat ini telah menampung sekitar 1,2 juta ton sampah, dengan penambahan harian rata-rata mencapai 1.360 ton. Beban yang sangat tinggi ini mengindikasikan kapasitas TPA sudah mendekati batas. Tanpa solusi inovatif, TPA Jalupang akan segera mencapai kapasitas penuh.
Sinergi dan Upaya Pemerintah Daerah
Untuk mengatasi persoalan ini, Bupati Aep telah melakukan berbagai upaya, termasuk rapat koordinasi dengan sejumlah pihak. Pada Kamis (4/6), ia menghadiri rapat koordinasi penanganan persampahan yang melibatkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Aep memaparkan kondisi eksisting serta tantangan penanganan sampah di Karawang guna mendapatkan dukungan dan masukan dari pemangku kepentingan tingkat provinsi dan nasional.
Selain itu, Bupati Aep juga telah bertemu dengan perwakilan Bank Dunia beberapa pekan lalu di Karawang. Pertemuan ini membahas penguatan sistem pengelolaan sampah sebagai prioritas pemerintah daerah, yang terkait dengan Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Melalui program ini, diharapkan pengelolaan sampah di Karawang dapat meningkat secara signifikan, mencakup peningkatan pelayanan, pengurangan beban TPA, dan pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna.
Sinergi dengan pemerintah pusat dan lembaga internasional diharapkan dapat mempercepat peningkatan sistem pengelolaan sampah demi terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Karawang. (Red)



