KARAWANG, JEJAK HUKUM – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Karawang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah, termasuk di Dusun Sukasari, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat. Kondisi ini memicu krisis air bersih yang dirasakan oleh warga setempat.
Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada warga Sukasari pada Minggu (26/07/2026).
Ketua PMI Kabupaten Karawang, Eli Amalia Priatna, menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
"Kami hadir untuk memberikan sedikit rasa kasih sayang kepada warga yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih ini sudah PMI salurkan di tiga kecamatan, dan hari ini kami berikan kepada warga Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, sebanyak 5.000 liter," ujarnya.
Ia menambahkan, program tanggap bencana PMI akan terus berjalan hingga akhir Juli 2026.
"Program kami adalah di mana ada bencana, di situ kami hadir. Kebetulan sekarang musim kemarau dan warga kekurangan air bersih. Program ini akan berlangsung sampai akhir bulan Juli, dan setiap harinya kami upayakan penyaluran sebanyak 10.000 liter air bersih," pungkasnya.
Sementara itu, aparat Desa Wanakerta, Wakil Imam, menyatakan bahwa kekeringan di wilayahnya berdampak pada tiga RT dan telah berlangsung selama satu bulan. Selama masa itu, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Air yang tersedia pun tidak layak konsumsi karena berwarna kuning.
Imam menambahkan, warga saat ini sangat bergantung pada bantuan air bersih dari berbagai pihak.
"Sudah ada tiga kali bantuan air bersih yang masuk, yaitu dari BBWS Citarum, BPBD Karawang, dan hari ini dari PMI Karawang. Bantuan ini sangat membantu dan meringankan warga Sukasari, karena dengan adanya bantuan ini, warga tidak perlu lagi membeli air bersih yang harga per galonnya cukup menguras kantong," jelas Imam.
Meskipun rute distribusi telah dipetakan, jadwal penyaluran air bersih dari PMI Karawang bersifat tentatif. Operasional armada tangki akan disesuaikan secara dinamis di lapangan dengan memprioritaskan daerah kekeringan yang paling parah. (Han)


