• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Mulih Ka Jati Mulang Ka Asal: Ulama Kharismatik Karawang, KH Asep Mubarok "Bah Jirok" Berpulang Ke Rahmatullah

    Senin, 13 Juli 2026, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T01:56:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM — Kabar duka menyelimuti dunia dakwah dan pendidikan Islam. Pangersa KH Asep Mubarok bin H. Anwarudin, yang akrab disapa Bah Jirok, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah Karawang sekaligus Dai Nasional, meninggal dunia pada Ahad, 12 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.


    Informasi wafatnya ulama kharismatik tersebut pertama kali tersiar melalui pesan berantai dan media sosial, termasuk unggahan dari akun @salmandjiharkah_q.a serta Pondok Pesantren Al-Amin yang merupakan almamater almarhum. Kabar ini langsung memantik kesedihan mendalam bagi para santri, kerabat, jamaah, serta masyarakat luas yang pernah menimba ilmu dan nasihat dari beliau.



    Sosok Ulama yang Bersahaja dan Aktif Berdakwah


    KH Asep Mubarok dikenal sebagai sosok ulama yang bersahaja, santun, dan memiliki dedikasi tinggi dalam membina umat. Sepanjang hayatnya, beliau aktif menebarkan syiar Islam yang menyejukkan melalui pengajian dan dakwah di berbagai daerah. Ceramahnya yang sederhana, santun, dan mudah dipahami membuat beliau memiliki kedekatan dengan banyak kalangan.


    Dakwah yang disampaikan Bah Jirok tidak hanya berisi tentang ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan, menjaga hubungan sosial, memperkuat persaudaraan, serta pentingnya membangun akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para santri dan jamaahnya, almarhum bukan hanya seorang pendakwah, tetapi juga guru yang memberikan bimbingan keagamaan dan keteladanan melalui sikap sederhana serta konsistensinya dalam mengabdi kepada masyarakat.



    Kronologi Menjelang Kepergian


    Dikutip dari unggahan @salmandjiharkah_q.a, beberapa hari sebelum wafat, mereka masih sempat bercanda dan merencanakan pertemuan kembali untuk menghadiri agenda dakwah di Sukabumi. Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud karena takdir berkata lain.


    Sepulang dari kegiatan dakwah pada malam sebelumnya, Pangersa KH Asep Mubarok mengeluhkan sesak di bagian dada. Almarhum kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Meski demikian, Allah SWT berkehendak lain dan beliau dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya, begitu pula informasi mengenai usia almarhum saat wafat masih belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak keluarga maupun pengurus pondok pesantren.


    Kehilangan Besar bagi Umat dan Dunia Dakwah


    Kepergian KH Asep Mubarok menjadi kehilangan besar bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam, khususnya bagi masyarakat Karawang yang selama ini menjadikan beliau sebagai rujukan spiritual dan penyejuk hati. Para pelayat mulai berdatangan ke kediaman almarhum untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan doa.


    Dalam pandangan Islam, meninggalnya seorang ulama merupakan musibah besar yang tidak tergantikan. Sebagaimana disampaikan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya' Ulumuddin: "Tatkala satu ulama meninggal dunia, ikan di lautan serta burung di udara pun akan ikut berduka cita akan kepergiannya. Jasadnya akan fana, namun ia akan selalu dikenang."


    Doa dan Harapan untuk Almarhum


    Keluarga besar almarhum melalui perwakilannya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan beliau semasa hidupnya. Masyarakat diajak untuk bersama-sama mendoakan agar seluruh amal ibadah dan perjuangan dakwah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta memperoleh husnul khatimah.


    "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Mugia almarhum KH Asep Mubarok husnul khatimah, ditampi iman Islamna, dihapunten tina sagala kalepatanana, sarta ditempatkeun di tempat anu paling mulia di sisi Allah SWT. Aamiin ya Rabbal Alamin."


    Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan KH Asep Mubarok, menerima seluruh amal kebaikannya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga, para santri, dan seluruh jamaah yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.


    Meski telah berpulang, ilmu, nasihat, dan perjuangan dakwah Bah Jirok diharapkan tetap menjadi warisan yang terus dilanjutkan oleh para santri dan generasi penerusnya. Selamat jalan, Kyai. Ilmu dan nasihatmu akan selalu hidup dalam ingatan kami. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+