JAKARTA, JEJAK HUKUM - Sebanyak delapan bandara di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Penutupan dilakukan pada waktu yang berbeda dengan jadwal beragam, bahkan beberapa di antaranya diperpanjang karena intensitas abu vulkanik yang masih tinggi.
Delapan bandara yang terdampak penutupan sementara adalah:
- Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ditutup pukul 02.08 hingga 23.59 WIB
- Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) ditutup pukul 07.20 hingga 18.00 WIB
- Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) ditutup mulai pukul 04.18 hingga 14.00 WIB
- Bandara Husein Sastranegara (BDO) ditutup pukul 12.07 hingga 16.00 WIB
- Bandara Budiarto Curug (RTO) ditutup pukul 06.48 hingga 17.30 WIB
- Bandara Pondok Cabe (PCB) ditutup pukul 10.05 hingga 14.00 WIB
- Bandara Taufik Kiemas (TFY) ditutup pukul 11.30 hingga 15.00 WIB
- Bandara Atung Bungsu (PXA) ditutup pukul 13.34 hingga 17.00 WIB
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menyatakan bahwa Bandara Radin Inten II berpotensi diperpanjang penutupannya meskipun jadwal awal berakhir pada pukul 14.00 WIB. "Masih akan diperpanjang, karena abu vulkanik teramati positif," ujarnya.
Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipastikan tutup hingga pukul 23.59 WIB berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia. Keputusan ini diambil karena meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga sebaran abu vulkanik masih mengganggu operasional penerbangan.
"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 23.59 WIB," demikian bunyi pengumuman resmi Bandara Soetta dalam akun Instagram @soekarnohattaairport.
301 Penerbangan Terdampak
Berdasarkan data penerbangan pada Minggu (6/9/2026) pukul 01.30 hingga 13.30 WIB, sebanyak 301 penerbangan terdampak akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. Jumlah tersebut terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo yang mengalami pembatalan, keterlambatan, maupun pengalihan ke bandara lain.
Kemenhub Siapkan 3 Bandara Alternatif
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pendaratan maskapai yang terdampak penutupan bandara-bandara tersebut. Ketiga bandara alternatif itu adalah Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; dan Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur.
Cara Cek Status Penerbangan
Bagi penumpang yang terdampak, penting untuk mengecek kembali status penerbangan sebelum menuju bandara. Informasi jadwal dan status penerbangan dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Soekarno-Hatta maupun maskapai masing-masing.
Langkah-langkah cek penerbangan melalui situs resmi:
1. Buka situs resmi Bandara Soetta di soekarnohatta.injourneyairports.id melalui browser HP atau laptop
2. Pilih menu "Penerbangan" untuk melihat pilihan Keberangkatan dan Kedatangan
3. Filter jadwal dengan memasukkan nomor penerbangan, maskapai, atau kota tujuan
4. Perhatikan kolom status yang menampilkan informasi real-time seperti On Time, Delayed, Boarding, Canceled, atau Check-in
Alternatif jika situs mengalami kendala:
- Call Center InJourney Airports 172
- Hubungi call center resmi maskapai masing-masing
- Aplikasi Traveloka/Tiket.com melalui menu Status Penerbangan
- Aplikasi Indonesia Airports
Langkah mitigasi ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan demi keamanan seluruh penumpang. Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait serta memantau perkembangan sebaran abu vulkanik untuk memastikan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan. (Red)
