• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Riwayat Letusan, Dampak Global, dan Ancaman Terkini Anak Krakatau

    Minggu, 06 September 2026, September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T16:46:45Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM – Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus Siaga (Level III) per September 2026. Erupsi menerus terjadi sejak 4 September, disertai dentuman. Imbas sebaran abu vulkanik, AirNav Indonesia menutup sementara ruang udara di tiga bandara: Halim Perdanakusuma, Radin Inten II (Lampung), dan Soekarno-Hatta.


    GAK adalah gunung api aktif tipe A di Selat Sunda yang lahir di kaldera pasca-letusan dahsyat 1883. Aktivitasnya tercatat mulai 1927 dan tubuhnya muncul ke permukaan pada 1929. Gunung ini masih dalam fase konstruksi, dengan erupsi bertipe Strombolian dan efusif (aliran lava). Ketinggian tertingginya tercatat 338 mdpl pada 2018.


    Letusan 1883 menjadi bencana global. Pada 26–27 Agustus, abu terlontar hingga 80 km, suara terdengar ke Australia, suhu global turun 1,2°C, dan sebagian wilayah gelap selama 2,5 hari. Tsunami setinggi 30 meter menewaskan sekitar 36.000 jiwa serta mengubah lanskap Selat Sunda.


    Rentetan erupsi modern dikutip dari Smithsonian Institution National Museum of Natural History Global Volcanism Program (GVP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Geologi Kementerian ESDM: 

    - 2016–2017: Aktivitas Strombolian dan aliran lava.

    - 2018: Rangkaian erupsi panjang (Juni–Desember) yang berujung longsoran tubuh gunung pada 22 Desember, memicu tsunami Selat Sunda.

    - 2019–2021: Erupsi Surtseyan berlanjut, mereda pada April 2020, lalu meningkat lagi pada Mei 2021.

    - 2022–2023: Aktivitas tinggi dengan aliran lava baru dan kolom abu; erupsi berlangsung hingga Juli 2023.

    - 2024: Aktivitas mereda sekitar Februari.

    - 2026: Meningkat sejak Juni (emisi SO₂ dan titik api). Erupsi terjadi pada 2 Juli, status naik ke Siaga, dan berlanjut hingga September.


    Dengan sejarah panjang sejak 1929, pemantauan kegempaan, deformasi, dan emisi gas terus diperketat mengingat potensi erupsi yang fluktuatif. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+