• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Senyum Ramah: Terik Matahari Tak Halangi Dedikasi Jupel Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok

    Jumat, 02 Oktober 2026, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T19:51:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM – Sore itu, Kamis (01/10/2026), Tim Liputan JKH mengunjungi Situs Cagar Budaya Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Nampak beberapa anak sekolah berseragam Pramuka tengah berdiskusi dengan teman kelompoknya, diselingi senda gurau di pojokan Tugu. Hangatnya suasana seusia remaja tersaji di depan kami. Ada pula pengunjung lainnya yang sekadar bermain dan berfoto-foto di situ. Mereka turun dari kendaraan yang diparkir di luar area, lalu masuk ke halaman Tugu.


    Setelah berbincang sebentar dengan beberapa pengunjung, diketahui anak-anak Pramuka tersebut berasal dari SMPN 1 Rengasdengklok yang sedang melaksanakan tugas dari sekolahnya. Sementara itu, pengunjung yang berfoto-foto berasal dari Tegal yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah saudaranya di Rengasdengklok. Tampak wajah-wajah ceria dari para pengunjung yang hadir di Tugu sore ini.



    Pandangan kami langsung tertuju pada sosok yang tengah memegang sapu lidi dan membersihkan daun-daun kering yang berguguran di sekitar halaman Tugu akibat kencangnya angin yang menerpa, hingga daun-daun kering terus berjatuhan setiap saat. Raut muka yang tampak lelah karena tersengat teriknya matahari tidak menghalangi senyum tulusnya untuk menyapa pengunjung demi pengunjung yang datang ke Tugu ini.


    Kang Cece, panggilan akrabnya, membuka pembicaraan dan memohon izin terlebih dahulu untuk menyelesaikan tugasnya menyapu guna menjaga kebersihan Tugu ini, mulai dari pagi hingga sore hari. Rutinitas wajib bagi para jupel setiap harinya. Memegang sapu lidi, menyapu, dan mempersiapkan tong sampah rutin dilakukan dua kali bahkan tiga kali sehari agar Tugu selalu terlihat bersih dan indah dipandang mata. Kegiatan rutin tersebut diakhiri dengan menyiram seluruh tanaman yang ada di halaman Tugu.



    Sekian menit berlalu, beliau membereskan alat-alat kebersihan di pojokan Tugu, lalu bergegas menemui kami. Berbekal sebotol air putih, beliau melepas lelah dan mengajak kami berteduh di bawah pohon yang cukup rindang agar nyaman dalam percakapan. Terkait pemberitaan akhir-akhir ini tentang Tugu, juga adanya gerakan warga serta komunitas yang ikut mendukung eksistensi para jupel, beliau tersenyum dan memberikan apresiasi.


    "Alhamdulillah, kami senantiasa bekerja sepenuh hati menjalankan tugas sebagai Juru Pelihara di sini sesuai SK yang kami emban, yang mudah-mudahan hasil kerja kami dapat memuaskan para pengunjung yang datang. Adapun masalah sedikit banyak adanya kritik tentang kinerja kami, namanya juga manusia, tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, maafkan kekurangan kami. Kami usahakan maksimal, berusaha sekeras mungkin bekerja, merawat, dan menjaga Tugu ini setiap hari," tuturnya.


    "Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang mendukung kami sebagai jupel, baik secara perorangan maupun secara organisasi/perkelompok. Baik yang menyampaikan langsung secara lisan maupun yang mendukung lewat tulisan berupa tanda tangan yang tengah menyebar di tengah-tengah warga. Sekali lagi, kami seluruh Juru Pelihara mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas simpati dan dukungannya. Tiap hari ada saja warga yang mendatangi kami, baik di Tugu bahkan sampai ke rumah kami, hanya untuk sekadar mengucapkan dukungan dan turut memberikan semangat kepada kami agar senantiasa sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian ini. Hatur nuhun sadayana, hatur nuhun pisan, katampi," tutupnya seraya mata berkaca-kaca. Terharu kami dibuatnya.


    Terima kasih para jupel Tugu yang baik hati. Terima kasih Kang Cece dan kawan-kawan, tetap semangat. Hangatnya suasana keakraban sore itu semoga menjadi berkah bagi kami, mendapat sekilas cerita haru, wejangan dan nasihat hidup. Nikmati, Jalani, Syukuri. (Eds)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+