KARAWANG, JEJAK HUKUM – Forum Silaturahmi Putra-Putri Pejuang Rengasdengklok (FSP3R) menyatakan dukungan penuh terhadap para Jupel (Juru Pelihara) yang selama ini bekerja maksimal di Area Situs Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Dukungan itu disampaikan menyusul adanya pihak di luar Jupel resmi yang dianggap ingin menguasai tugu bersejarah tersebut.
Ketua FSP3R, Ating Wasjud, yang merupakan salah satu Putra Pejuang dan anak Veteran, menyampaikan rasa kecewa yang teramat dalam ketika ada pihak-pihak di luar Juru Pelihara resmi mengklaim seolah-olah menguasai Tugu Kebulatan Tekad. Menurutnya, klaim itu tidak sesuai fakta di lapangan dan telah menjatuhkan harga diri para Jupel yang tetap setia bekerja dengan penuh semangat.
“Kami seluruhnya, Putra-Putri, Anak Cucu Pejuang Rengasdengklok, para anak Veteran meminta kepada Pemerintah Kabupaten Karawang untuk bersikap, menindak keras pihak-pihak yang mengganggu kenyamanan aktivitas berbangsa dan bernegara sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku,” kata Bah Ating, panggilan akrabnya, saat ditemui Tim Liputan JKH, hari Minggu (27/9).
Salah satu contoh kasus yang disorot adalah adanya acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Karawang. Dalam rapat itu, pihak yang mengatasnamakan Paguyuban Tugu disebut menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai fakta di lapangan. Mereka juga dinilai menjatuhkan harga diri para Jupel yang tetap setia bertugas.
Sejak beredarnya acara rapat tersebut di media sosial, sejumlah warga Bojong Tugu mulai terusik dengan keberadaan para orangtua mereka yang bertugas sebagai Jupel di situs itu. Akhirnya, timbul gerakan serentak pengumpulan tanda tangan di antara warga untuk mendukung orangtua, sesepuh, dan kerabat mereka yang bertugas di lokasi tersebut.
“Saya sebagai putra pejuang langsung bergerak mendukung pergerakan warga Bojong Tugu untuk mengumpulkan tanda tangan kepada seluruh anggota forum. Sebagai bentuk dukungan moril, membela harga diri orang Bojong Tugu khususnya, warga Rengasdengklok pada umumnya. Mencoba menenangkan situasi, meredam semua ketegangan di antara keluarga pejuang yang ingin memanggil paksa para pengurus Paguyuban Tugu tersebut untuk klarifikasi tentang fungsi, eksistensi, serta dimana tempat berkumpulnya Paguyuban Tugu tersebut,” ucap Bah Ating dengan nada penuh geram.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga terus mencari alamat sekretariat Paguyuban Tugu yang sampai sekarang tidak diketahui secara pasti. Bentuk fisik kantor maupun saung tempat beraktivitasnya masih misteri, bahkan warga sekitar terkesan bingung dan penuh tanya ; Dimana kantor sekretariatnya? Dimana Saungna? Siapa saja pengurusnya? Faktanya, mayoritas jawaban mereka "Enggak Tahu Tuh." (Eds)
