• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Menkeu: THR ASN 2026 Dibayarkan Minggu Pertama Ramadan

    Jumat, 20 Februari 2026, Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T04:23:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    JAKARTA, JEJAK HUKUM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan mulai dicairkan pada pekan pertama Ramadan.


    “(Pencairan THR) minggu pertama puasa,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (19/2/2026), seperti dikutip dari Antara.


    Meski belum merinci tanggal pasti pencairan, Purbaya menegaskan penyaluran THR akan segera direalisasikan. “Bentar lagi,” tambahnya.

    Anggaran THR Capai Rp55 Triliun

    Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN serta TNI/Polri pada 2026. Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta.


    “Pasti ada (pencairan THR ASN). Tanggal pastinya saya belum tahu, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa disalurkan,” jelasnya.


    Pembayaran THR merupakan bagian dari proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 yang mencapai Rp809 triliun. Selain THR, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk:

    ✓ Percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp62 triliun

    ✓ Rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatra: Rp6 triliun

    ✓ Paket stimulus ekonomi: Rp13 triliun


    Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

    Purbaya menegaskan realisasi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 akan dilakukan tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat sepanjang 2025 diproyeksikan berlanjut hingga 2026.


    “Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi bisa tumbuh antara 5,5 hingga 6 persen,” tegasnya.

    Menurutnya, angka tersebut merupakan capaian yang luar biasa. Jika terealisasi, Indonesia dinilai berhasil keluar dari tren pertumbuhan ekonomi yang selama ini stagnan di kisaran lima persen.

    Pemerintah juga terus mendorong penguatan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2026. Optimisme ini didukung oleh momentum libur dan cuti bersama Imlek dan Idulfitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+